Puisi-puisi Ahmad Muze (Fajar, 01 April 2018)

Laut Hitam Mengalir Cairan Luka
Kami hidup berseberangan
dengan si Raksasa itu
Hidup rukun dan berdampingan
sejak bertahun tahun silam
Sangat lama sekali
Kami dihadiahi cairan luka di sungaui
tempat kami bermukim
Dianugerahi hujan gula yang
memaniskan kepahitan hidup kami
Kampung yang kami cintai
Di sudut Kota Pangaddakkang
Siri’ na pacce?
Wakil kami tidak tahu,
tidak mau tahu
Tidak ada lagi siri’
di atas kepentingan Pacce,
berbenang doa.
Anak Tiri Sungai Tallo
Anak yang malang
Tidak ada yang peduli dengannya
Tidak ada yang tahu
Kepentingan mengubur kisahnya
Anak tiri
Mendengar tangis langit
Bukan darah, tapi gula
Luka.
Sungaiku Tercemari
Siang tenggelam
Terkubur di dasar sungai
Perusahan itu menodai kesucian anak
gadis
Cinta jadi tinta, pekat
Sungai berhilir luka.
Sungai Kepentingan
Seonggok tahta
Mengubur kisah
Sungai kepentingan
Lalu kau biarkan sungaiku merawat
lukanya sendiri
Menyelami kisahnya.
Dipersembahkan untuk keprihatinan
yang terjadi di anak Sungai Tallo yang
mengalir ke Kelurahan Parangloe
Kecamatan Tamalanrea, oleh dampak
yang ditimbulkan beberapa perusahaan
yang membuang limbahnya . Semua
harus tahu bukan pura pura tidak tahu.
Anak Sungai Tallo, 17 maret 2018
Ahmad Muze/Muhammad Musmulyadi, lahir di Makassar pada tanggal 30 Januari 1998, adalah seorang mahasiswa di UIN Alauddin Makassar.