Tak Kenal Maka Tak Sayang

Baca juga: Petualangan Pluppi – Oleh Salsabila Zahratusysyita (Suara Merdeka, 17 desember 2017)

Pita lalu diajak berkenalan dengan sesama anak-anak di pengungsian. Mereka menghabiskan waktu bersama. Ada yang bermain congkak, bekel, atau boneka. Anak laki-laki kebanyakan bermain bola dan layangan.

Sore hari, semua anak berkumpul mendengarkan dongeng dari kakak-kakak relawan yang datang. Mereka terhibur dan melupakan kesedihan karena harus berada di pengungsian. Mereka juga mendapat beberapa buku cerita untuk dibaca bergantian. Dengan akur mereka berbagi. Bahkan, anak-anak yang lebih besar dengan senang hati membacakan cerita untuk adik-adik yang masih kecil. Waktu menunggu berbuka puasa pun terasa lebih menyenangkan. Sementara anak-anak yang tidak berpuasa karena keyakinannya yang berbeda, juga menghormati temannya yang berpuasa.

Baca juga: Tugas Piket Diandra – Oleh Salsabila Zahratusysyita (Kompas, 29 April 2018)

“Ternyata mengenal teman-teman baru tidak sesulit yang aku kira, Bu,” ungkap Pita pada Ibu malam harinya.

“Benar. Asal kita bersikap baik hati, remah, rendah hati, dan selalu menjaga kerukunan, pasti banyak yang mau berteman dengan kita,” tanggap Ibu.

Pita mengangguk. Ia merasa senang bisa mempunyai banyak teman baru. Semakin banyak teman, akan semakin menyenangkan.

Arsip Cerpen di Indonesia