Usai bernyanyi, tiba-tiba Amik berkata, “Aku dapat ide!”
“Apa?” tanya Ivonne penasaran.
“Bagaimana kalau kita memakai baju adat daerah masing-masing saja? Lagu barusan berjudul “Satu Nusa Satu Bangsa”, kan? Itu berarti, walaupun kita berbeda suku, tetapi tatap satu bangsa Indonesia,” kata Amik.
“Benar juga. Baju Salu itu indah. Baju Bali juga indah. Baju Jawa tak kalah indah. Memang berbeda-beda, tetapi tetap satu Indonesia,” ujar Ivonne kemudian. “Hore… Aku bisa memakai baju Salu!”
“Jadi pakaian kita cocok dengan tema lagunya. Beraneka ragam, tetapi tetap satu Indonesia,” kata Amik.
Komang pun mengangguk setuju.
“Satu nusa…. Satu bangsa…. Satu bahasa kita….”
Kembali mereka bertiga berlatih menyanyikann lagu “Satu Nusa Satu Bangsa” dengan semangat. Mereka semua merasa senang, karena walaupun mereka akan memakai baju yang beragam saat pentas seni nanti, tetapi mereka tetap merasa kompak sebagai anak Indonesia.
Catatan:
Khusus untuk Klasika edisi Juli, kami akan mengangkat salah satu nilai karakter unggul dengan dongeng bertemakan “Keberagaman Indonesia”. Kirimkan dongeng Anda ke nusantarabertutur@gmail.com