“Bicara apa, Rud?”
“Wina, selama ini aku selalu meminjam buku PRmu, itu karena aku ingin dekat dengan kamu,” kata Rudi membuat pengakuan.
“Aku juga, Rud. Aku berangkat pagi agar kamu meminjam buku PR-ku. Aku juga ingin selalu dekat denganmu.”
“Aku mencintaimu, Win…”
“Mengapa kamu katakan sekarang, Rud?”
“Apa aku terlambat?”
“Kamu jahat. Kamu biarkan aku sekian lama memendam rasa ini. Aku… juga mencintaimu, Rud.”
Wina tersipu dengan semburat merah di pipi. Rudi merengkuh Wina dalam dekapannya.
Wina melihat purnama tersenyum di langit hitam. Berduaan bersama Rudi menikmati purnama, bukan lagi impian. Dan, itu adalah purnama terindah yang menjadi saksi pertemuan cinta Wina dan Rudi.
Batang, 5 Juli 2017