Cak Lan di Gedung Putih

Bener itu, yang penting hidup.” Tambah Alea.

Ngomong-ngomong di mana tempat mesen kopi Vietnam di sini?” Badri tertawa sembari mengucapkan kalimat itu. Tangannya melenggang-lenggong dan cuek berjalan ke balik tirai.

Lampu padam dan tirai tertutup. Kemudian lampu kembali terang dan tirai terbuka. Cak Lan muncul dan menunduk sebagai tanda pertunjukkan usai.

***

Suara tepuk tangan semakin riuh. Penonton terkagum menyaksikan kelihaian tangan Cak Lan memainkan tokoh-tokoh wayang. Belum lagi suaranya yang memiliki banyak karakter mampu membuat semua terkekeh-kekeh menahan tawa. Cak Lan sumringah dan bangga melihat wajah penonton yang tengah berbahagia. Ia bisa melihat ratusan orang hadir dari kalangan pejabat, dan artis-artis terkenal. Di antaranya, yang ia kenal dari film-film adalah Brad Pitt, Nicole Kidman, Robert Pattinson dan juga seorang pemain sepak bola kesukaannya, Lionel Messi. Banyak juga penonton lainnya yang ia gak asing dengan wajahnya tapi sulit mengingat namanya.

Setelah menikmati jamuan dan duduk di sebelah kanan Obama, Cak Lan masih saja tak percaya bahwa ia duduk begitu dekat dengan orang nomer satu Amerika itu. Pagelaran wayang di Gedung Putih kali ini merupakan inisiasi pribadi dari Obama. Presiden itu sering iseng menyaksikan penampilan Cak Lan di Youtube. Tiba-tiba Obama membuka obrolan dengan Cak Lan.

“Terima kasih, Cak, sudah menghibur kami di tengah carut-marut politik ini,” Cak Lan tersenyum dan sedikit menunduk.

Ngomong-ngomong, itu yang diracun kasusnya bagaimana sekarang?” Lanjut Obama.

Kalo yang di udara, yang divonis bersalah itu baru saja bebas, Pak. Kalo yang sianida masih bergelut dengan puluhan episode sidangnya dan selalu live ditayangkan stasiun TV mengalahkan rating sinetron Tukang Bubur Naik Haji.” Jawab Cak Lan dengan sedikit tertawa.

Obama tertawa terpingkal-pingkal. Giginya yang putih bersih tampak berkilauan tak kalah terangnya dengan dua biji gigi emas Cak Lan yang juga memancarkan sinar berkilauan. Tamu-tamu yang lain ikut tertawa juga. Begitulah, suasana berlangsung penuh tawa dan suka-cita.

***

Arsip Cerpen di Indonesia