Baca juga: Satu Nusa Satu Bangsa – Oleh Tyas KW (Kompas, 08 Juli 2018)
Semenjak itu, Danu sangat giat dan tekun berlatih berpidato. Tak hanya berlatih sendiri seperti saran Ayah, ia juga memberanikan diri berlatih di depan teman-teman sekelasnya. Selain itu, ia juga sering menonton video orang-orang yang mahir berpidato. Ia juga selalu mendengarkan petunjuk dari Bu Dina.
Hari perlombaan pun tiba. Danu hadir di lomba dengan rasa percaya diri yang cukup. Karena giat dan tekun berlatih, ternyata telah menempa mentalnya.
Danu akhirnya tampil di lomba dengan tenang dan mampu membawakan pidato dengan sangat baik. Para juri dan penonton sampai terbius dengan penampilannya. Usai berpidato ia mendapat tepuk tangan yang meriah.
Baca juga: Tak Kenal Maka Tak Sayang – Oleh Herdita Dwi R (Kompas, 10 Juni 2018)
Saat pengumuman tiba, Danu berhasil menyabet juara ketiga.
“Selamat atas kerja kerasmu, Danu,” seru Bu Dina dengan bangga. Teman-teman Danu pun berebut mengucapkan selamat.
“Terimakasih Bu Dina, terimakasih teman-teman,” ucapnya terharu. Kini, Danu telah memetik buah dari ketekunan dan kerja kerasnya selama ini. *
Catatan:
Tema NuBi edisi September adalah “Ketekunan”.