Month: October 2018
Pertunjukan Monolog
Cerpen Latif Fianto (Republika, 28 Oktober 2018) Aku meninggalkan rumah menjelang Isya. Jalanan sangat ramai dan sesak, padahal bukan akhir…
Balung Kere
Cerpen Beni Setia (Jawa Pos, 28 Oktober 2018) (Bagian 1) DI sebelah kanan jembatan kereta Balung Kere, yang menyeberangkan rel…
Lelaki Itu Memilih Pintu Berbeda
Cerpen Ismul Farikhah (Suara Merdeka, 28 Oktober 2018) Seorang laki-laki paruh baya berjalan mendekati sebuah pintu. Dia sudah mendapatkan tiket…
Kiai Maimun
Cerpen Asmadji As Muchtar (Kedaulatan Rakyat, 28 Oktober 2018) KIAI Maimun tergolong ulama paling tua. Santri yang pernah mondok di…
Yang Ditinggalkan
Cerpen Delvi Yandra (Haluan, 28 Oktober 2018) “Apa yang kau mainkan tadi?” wanita itu bertanya. “Abandoned Love [1],” katanya seraya…
Mengukur Perpisahan
Cerpen Sungging Raga (Tribun Jabar, 28 Oktober 2018) MALAM belum lunglai ketika aku tiba di Stasiun Cipeundeuy dengan kereta Malabar….
Hikayat Kota Kabut
Cerpen M. Arif Budiman (Radar Banyuwangi, 28 Oktober 2018) SORE itu, langit merah magenta. Kota Kabut yang biasanya tenang mendadak…
Kota Mayat
Cerpen Haryo Pamungkas (Koran Tempo, 27-28 Oktober 2018) Minggu lalu, ada bangkai anjing tergeletak di pinggir jalan dekat pematang. Dan…
Segulung Kertas Kecil di Ubi Rebus
Cerpen Martin Aleida (Kompas, 21 Oktober 2018) DIA duduk mencangkung di pelataran kamp itu. Bersama puluhan tahanan lain. Menunggu pembebasan….