Jadilah Suporter yang Baik

“Kami ini kan ingin jadi suporter, Pak!” Zain memberikan alasan.

“Iya Pak, memberi dukungan pada tim kakak kelas,” Ziyad pun tak mau kalah.

Baca juga: Satu Nusa Satu Bangsa – Oleh Tyas KW (Kompas, 08 Juli 2018)

“Boleh-boleh saja menjadi suporter, tapi jadilah suporter yang baik. Tidak boleh memaksa orang lain untuk mendukung tim jagoan kita, dan juga harus menghormati orang  yang berbeda pilihan dengan kita,.”

Baca juga: Oleh Tyas KW (Kompas, 08 Juli 2018)

Zain dan Ziyad mengangguk-angguk mendengar nasehat gurunya.

“Nah, kalian pernah dengar tidak ada suporter sepak bola yang meninggal dikeroyok karena berbeda dukungan?”

“Pernah, Pak,” jawab ketiganya  serempak.

Baca juga: Samun Kehilangan Ingatan – Oleh Irfan Hawary (Lampung Post, 01 Juli 2018)

“Kalian ingin tahu kenapa itu terjadi?”

Zain, Ziyad dan Zamit menggeleng.

“Karena para suporter yang mengeroyok itu,  tidak cinta damai, tidak menghormati perbedaan, dan tidak berjiwa sportif.”

“Maafkan kami Pak, mulai hari ini kami mau jadi suporter yang baik, sportif, dan cinta damai,” ucap Zain kemudian. Yang diikuti oleh anggukan Ziyad dan Zamit.

Pak Asep tersenyum melihat ketiga siswanya saling bersalaman dan berpelukan. *

Arsip Cerpen di Indonesia