Sidar itu suami kedua Sisol. Dulu Sisol cerai dengan suami pertamanya juga karena main serong. Sidar bersedia jadi suami Sisol dengan harapan bisa mengubah tabiat perempuan itu. Ternyata nihil. Sejak istrinya bekerja, dia sudah dua kali dibohongi istrinya. Watak asli istrinya muncul, serong.
Dan hari ini, untuk kali ketiga, Sidar dibohongi istrinya. Modus dan orangnya masih sama. Sidar sangat marah, tapi tidak boleh marah. Kalau dia sampai menalak dan mengusir istrinya, dia akan sendiri di rumah sampai mati.
Baca juga: Argo Senja – Cerpen Sungging Raga (Kedaulatan Rakyat, 16 September 2018)
“Aku memaafkanmu. Tapi ini yang terakhir,” kata Sidar lirih.
“Terima kasih, Kang,” tangisan Sisol meledak.
Dia lalu bersimpuh di depan suaminya. Tangan Sidar diciumnya. Dalam batin, ia memantapkan untuk tidak main serong dan bohong lagi. Atas nama Tuhan, setia pada suaminya, apa pun yang terjadi.
Sidar hanya tersenyum menitikkan air mata. Tangan kirinya mengelus rambut Sisol. Dia tahu, sangat mungkin dia akan dibohongi lagi. Mungkin akan memafkan lagi, tapi Sidar sudah memikirkan cara untuk membuat istrinya jera.
Kaki Gunung Slamet, Purbalingga 2018
Ryan Rachman, lahir di Kebumen 1985. Tinggal di kaki Gunung Slamet, Bumisari, Bojongsari, Purbalingga. Bergiat di Komunitas Teater dan Sastra Perwira (Katasapa)-e