Baca juga: Kota Mati dan Pembunuhnya – Cerpen Ken Hanggara (Tribun Jabar, 22 Juli 2018)
“Jika di suatu ketika, di suatu masa, kau melihat sungai-sungai itu menjelma lautan darah, memerah berbau amarah, kau akan tahu sendiri, apakah cerita ini indah pada akhirnya. Atau tidak?” ***
Bandung, September 2018
Eriyandi Budiman lahir di Tasikmalaya, 2-3-1966. Beberapa bukunya yang sudah terbit ialah Sederet Tangis dari Tigris (cerpen), Prasasti Kesedihan Izrail (cerpen), Sayap Sorga (puisi), dan Amora Magma (cerbung). Tinggal di Desa Cangkuang, Kab. Bandung.