Perang Dua Tahun; Tansi Chatib Bajanoeddin; Buah-Buah Ratap

Perang Dua Tahun, Tansi Chatib Bajanoeddin, Buah-Buah Ratap ilustrasi Koran Tempo
Perang Dua Tahun, Tansi Chatib Bajanoeddin, Buah-Buah Ratap ilustrasi Koran Tempo  

Buah-Buah Ratap

 

Telah pergi, engkau, telah pergi ke keharibaan dia, aku cabik-cabik baju,

di dada, aku cabik selimut kabut dari dua bukitmu, aku hempas rinduku

ke lembah di bawahnya, sumur pasir yang menelan batangku, terhempaslah engkau

pada batu cadas ratapku, berbuah-buah, memberat pada kantung mata,

memberat di hembus napasmu,

tangismu berpulun-pulun setelah itu,

telah lalu, engkau, telah berlalu di jalan perlintasan waktu, melintas aku

melesat dalam bayangan engkau, memburuku di hutan belantaramu,

dan di halaman, seperti hujan menderu ratapku, berbuah-buah, telah hanyut,

engkau, telah hanyut dalam arus deras tangisku, lalu menghempas-hempas

jendela pada kepalaku.

 

Deddy Arsya, buku puisinya adalah Odong-Odong Fort de Kock (2013) dan Penyair Revolusioner (2017).

Arsip Cerpen di Indonesia