
Buah-Buah Ratap
Telah pergi, engkau, telah pergi ke keharibaan dia, aku cabik-cabik baju,
di dada, aku cabik selimut kabut dari dua bukitmu, aku hempas rinduku
ke lembah di bawahnya, sumur pasir yang menelan batangku, terhempaslah engkau
pada batu cadas ratapku, berbuah-buah, memberat pada kantung mata,
memberat di hembus napasmu,
tangismu berpulun-pulun setelah itu,
telah lalu, engkau, telah berlalu di jalan perlintasan waktu, melintas aku
melesat dalam bayangan engkau, memburuku di hutan belantaramu,
dan di halaman, seperti hujan menderu ratapku, berbuah-buah, telah hanyut,
engkau, telah hanyut dalam arus deras tangisku, lalu menghempas-hempas
jendela pada kepalaku.