Bendera

Baca juga: Menebang Pohon Tuhan – Cerpen Daruz Armedian (Kedaulatan Rakyat, 18 November 2018)

Lalu, mereka akan berlalu dengan wajah sedih yang seolah tak bisa hilang dari wajah mereka. Orang-orang dengan bendera berwarna akan melepas mereka dengan perasaan sedih pula, sebab mereka tak bisa membantu.

Sejauh jangka pandang, orang-orang akan terus melihat orang-orang yang lain dengan bendera berwarna yang diacung-acungkan ke udara. Dan kian waktu, matahari kian turun, sampai beberpa jengkal di atas kepala. q-e

 

Malang, 12-11-18

Mashdar Zainal, lahir di Madiun 5 Juni 1984, suka membaca dan menulis puisi serta prosa. Tulisannya terpercik di berbagai media. Buku terbarunya “Sawitri dan Tujuh Pohon Kelahiran”, 2018. Kini bermukim di Malang.

Arsip Cerpen di Indonesia