Lelaki yang Lebih Mencintai Kalena

Ustaz Jamal memandang Amzani dengan teliti. Seolah ingin mengetahui isi hati  Amzani lebih dalam lagi. Dalam pada itu, Umi Maysun ikut bergabung di ruang tamu itu. Sementara dari balik tirai ruang tamu, dua buah daun telinga lekat tegak terpasang.

“Nak Amzani,” seru Umi Maysun. “Bagaimana pendapat Nak Amzani, bila foto itu kami berikan kepada Nak Amzani?”

Amzani terpana. Ia belum mengerti maksud Umi Maysun. Amzani memang mengetahui Kalena seorang janda yang ditinggal mati suaminya. Tetapi apa Kalena mau bersuamikan dirinya?

“Bukankah Nak Amzani pernah menulis, ‘Semoga Kalena hidup bahagia bersama lelaki yang lebih mencintainya?’ Bukankah lelaki itu Nak Amzani sendiri?”

Amzani terkesiap. Ia memang pernah menuliskan pesan itu di kado pernikahan Kalena dan Fatih.

“Saya memang sangat mencintai Kalena, akan tetapi apakah Abi Jamal dan Umi Maysun hanya berkenan memberikan foto Kalenanya saja?”

“Kalau kau hanya perlu fotonya, ya boleh saja,” jawab Ustaz Jamal.

Tawa pun berderai-derai di ruang tamu itu. Kalena yang menguping pembicaraan dari balik tirai ikut merasakan kebahagiaan sebagaimana kebahagiaan orang tuanya dan Azmani lelaki yang lebih mencintainya.

 

Indramayu, 2017

Faris Al Faisal lahir dan tinggal di Desa Parean Girang Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu Propinsi Jawa Barat. Bergiat di Dewan Kesenian Indramayu (DKI) dan Forum Masyarakat Sastra Indramayu (Formasi). Menulis fiksi dan non fiksi. Karya fiksinya adalah novela //Bunga Narsis Mazaya// (Publishing House: 2017), //Antologi Puisi Bunga Kata// (Karyapedia Publisher: 2017), //Kumpulan Cerpen Bunga Rampai Senja di Taman Tjimanoek// (Karyapedia Publisher: 2017), novelet //Bingkai Perjalanan// (LovRinz Publishing: 2018), dan //Antologi Puisi Dari Lubuk Cimanuk ke Muara Kerinduan ke Laut Impian// (Rumah Pustaka: 2018). Sedangkan karya nonfiksinya yaitu //Mengenal Rancang Bangun Rumah Adat di Indonesia// (Penerbit Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan: 2017).

Arsip Cerpen di Indonesia