“Bukankah kita sering merencanakan sesuatu dan selalu gagal dilakukan. Padahal rencana sepele. Kamu bahkan tidak bisa menepati janji untuk pulang tidak larut malam.”
“Aku tidak banyak pilihan,”
“Sekarang mulailah memilih!”
Baca juga: Tanah – Cerpen Yuditeha (Kedaulatan Rakyat, 02 Desember 2018)
“Aku sudah memilih!” suami Ilil tak menoleh seperti yang biasa dilakukannya saat mengumbar janji. Kembang api meledak di langit seirama dengan dada Ilil yang meledak-ledak setiap ingat janji suaminya untuk merayakan pergantian tahun yang tak pernah ditepati. ❑-e
Jejak Imaji 2018
Sule Subaweh, bekerja di UAD. Saat ini Aktif di Komunitas Sastra Jejak Imaji. Kumpulan cerpennya “Bedak dalam Pasir”.