Hikayat Tanjung Mampie

Air mukanya teduh. Tiada semburat kesedihan yang tampak dari balik helmnya yang buram. Saat matahari mencapai titik didih, ia masih berada di dalam liang bersama tukang sumur itu. Mereka terus menggali lebih dalam. Tangannya kokoh mengais setiap lumpur bercampur pasir. Keringatnya luluh bersama air mata. Ia seperti sedang mengubur sebuah hikayat. Tentang Tanjung Mampie dari tanah purba.

 

Ayana Jkt,15 Januari 2019

Adi Arwan Alimin. Penulis tinggal di Sulbar dan menulis novel Daeng Rioso.

Arsip Cerpen di Indonesia