Penjual Nyawa

Pandangan saya seketika kosong. Teringat oleh perkataan ayah saya. Bahwa menyakiti orang lain dilarang oleh Tuhan. Neraka adalah balasannya. Jika ingin mendapatkan surga, dapat diraih dengan pekerjaan yang halal dan baik. Bukan dengan jalan menyakiti atau membunuh orang lain.

Saya sadar sekarang. Telah saya temukan jawaban dari pertanyaan yang menjadi misteri selama sepuluh tahun. Pekerjaan sebagai tukang sapu jalanan adalah pekerjaan yang halal dan baik. Inilah kuncinya. Selama ini saya yang bodoh. Tidak mau bersyukur kepada Tuhan. Jika saya pandai bersyukur, saya pasti akan bahagia. Apalagi ada seorang wanita yang menanti saya.

Sekarang saya berubah pikiran. Saya tidak mau menjual nyawa saya. Lantas bagaimana dengan benda di dada saya? Benda yang terdapat jam yang menghitung mundur. ***

 

Kebumen, 13 Juni 2018

Umi Salamah lahir di Kebumen, 21 April 1996. Menulis novel, cerpen, puisi, dan artikel. Karyanya termuat dalam berbagai antologi cerpen dan puisi dan di berbagai media cetak. Buku terbarunya Because You are My Star (novel remaja kontemporer, Alra Media 2017).

Arsip Cerpen di Indonesia