Bagiku serasa wajar jika ayah memaksa anak lelakinya tuk menjadi PNS, karena bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, profesi PNS dipandang sebagai satu presesi yang dapat menaikkan derajat sosial seseorang. Selain itu, dalam riwayat keluarga kami tak terlepas dari segala hal yang berhubungan dengan pekerjaan sebagai abdi negara. Buyut kami pernah menjadi pamongpraja sebagai juru tulis di Pos Kantoor pada masa Hindia Belanda, kemudian kakek sempat menjadi asisten ahli seorang wijkhoofd—kepala lembaga pemerintahan paling rendah di kota yang berstatus kota otonom—yang membidangi urusan keagamaan pada masa-masa akhir kekuasaan Hindia Belanda. Sedangkan ayah pernah menjadi camat dan kini berstatus sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah, kakak tertua juga seorang PNS, menjadi seorang Guru Sejarah Ahli Pertama di Madrasah Aliyah Negeri. Bagaimana dengan ibundaku? Oh jangan ditanya, beliau menjabat sebagai kepala puskesmas di dekat rumahku. Yah bisa dikatakan cuma diri ini seorang yang memilih jalan berbeda dengan jalan yang ditempuh keluarga. Bahkan pernah satu ketika, ayah menyampaikan—lebih tepatnya bergurau—kepadaku. Saya masih ingat, kala itu semua anggota keluarga menikmati santap siang, lalu setelahnya kita ngopi bareng. “Nak! Ayah cuma mau bilang sama kamu, bahwa menantu idaman itu adalah lelaki yang berstatus PNS!”
Hahaha…. saya hanya tertawa kemudian tersenyum kecut mendengarkan penuturan ayah. Mungkin ayah sengaja memancingku mengingat saya sudah menjalin kasih dengan seorang gadis cantik bernama Suci.
Tapi tawa kecut dan senyum kecut itu menjadi semakin masam tatkala apa yang dikatakan ayah tampaknya benar adanya, menjadi seorang lelaki berstatus PNS cukup ampuh menaikkan posisi tawar di hadapan calon mertua. Ihwal tersebut terbukti kala saya bertandang ke kediaman Suci kekasihku untuk menyampaikan maksud pada ayahnya.
Ayah pacarku itu tak sreg memiliki calon menantu yang profesinya sebagai barista merangkap sebagai CEO kedai kopi. Katanya usaha yang kugeluti masa depannya kurang cerah, penghasilan tidak menentu, kadang naik, kadang turun. Kalau jadi PNS pendapatannya jelas, jenjang kariernya bagus, kalau memasuki masa senja akan terjamin dengan uang pensiunan.