Di usia setua itu, Dasima masih harus bekerja. Ia berjualan rempeyek di pasar terdekat. Memang, untung setiap harinya tak seberapa, tetapi setidaknya untung itu bisa digunakan untuk makan apa adanya. Dasima mau tidak mau harus menerima kondisi demikian. Tetapi, semenjak jatuh di kamar mandi, ia tak bisa lagi berjualan. Hidupnya kini bergantung pada belas kasih tetangga.
Sedangkan Sureng sendiri, tak lagi bekerja sebagai buruh tani sejak lima tahun lalu. Usianya sudah tua, tenaga tentu tak lagi ada. Para pemilik sawah sudah enggan mempekerjakannya. Singkatnya, Sureng menganggur.
Dulu, saat Dasima masih berjualan rempeyek, setiap pagi Sureng mengantarkan dagangan Dasima itu ke pasar dengan sepeda ontel tua miliknya. Dasima sendiri akan berjalan kaki menuju pasar itu. Siangnya Sureng ke pasar lagi membawa pulang Dasima dan rempeyek yang tersisa.
***
Sureng tak habis pikir dengan Dasima. Begitu tega dan kurang ajarnya istrinya itu membiarkan dirinya melakukan pekerjaan rumah yang tak seharusnya menjadi tugasnya. Sureng merasa ini semua makin tak adil. Anehnya, Dasima tahan banting setiap kali Sureng membentak atau bahkan menamparnya. Sureng curiga bahwa sebenarnya Dasima tak mau mengakui bahwa kakinya sudah sehat, dan memilih terus bertahan di tempat tidur.
Sureng pernah acuh saja saat suatu kali Dasima berteriak memintanya membawakan ember karena hendak buang hajat. Sureng acuh, berdiam di luar rumah. Dasima ternyata nekad buang hajat di tempat tidur. Saat masuk ke rumah, hidung Sureng diserang bau yang begitu menyengat. Dasima meminta maaf kepada Sureng Dasima dan mengaku sudah tak sanggup lagi menahan kotoran dari perutnya. Di hari lain,
Sureng tak pernah lagi menolak permintaan Dasima saat untuk mengambilkan ember. Sureng tak pernah mengatakan kebohongan Dasima tentang kondisi kaki itu kepada siapa pun. Sementara, tetangga-tetangganya kini lebih memilih memanggil Sureng di luar rumah untuk memberi makanan. Hanya satu dua yang berani masuk ke rumah. Tapi memang kebanyakan mereka tidak tahan dengan bau kamar tidur Dasima yang tak karuan. Betapa tidak, sejak Dasima jatuh di kamar mandi, ia baru mandi dua kali. Penyebab lainnya, Sureng tak pernah mencuci baju dan jarik Dasima dengan sabun.