“Nak, jangan bengong, ayo ceritakan pada Ibu, kenapa kamu percaya angka 13 itu sial bagimu?” desak ibuku dengan gaya bicara yang sangat enak didengar. Aku sangat kenal ibuku, seingatku ibu belum pernah marah padaku, meski kadang aku melakukan kesalahan.
“Aku tau, Ibu tidak pernah marah.” Jawabku sambil menundukkan kepala dalam-dalam.
“Ibu tidak akan pernah marah padamu, Sayang!” Jawab ibu sambil menatapku. Aku tidak sanggup membalas tatapan itu
“Aku percaya bahwa angka 13 itu sial bagiku, Bu!” jawabku sambil tertunduk lebih dalam lagi. Tak sanggup aku menatap wajah ibu.
“Iya tapi apa buktinya?” tegas ibuku lagi. Untuk sesaat aku terdiam, air mataku mulai berderai membasahi pipiku. Tak kuasa aku menahan rasa yang begitu mengiris hati. Tangisku pecah saat itu sebelum aku mampu menjawab pertanyaan itu. Aku sudah tidak peduli lagi dengan kelaki-lakianku, aku ingin menangis dan menjerit meratapi nasib ini.
“Bagas! Apa yang membuatmu sesedih ini?” Tanya ibuku dengan air muka yang menyiratkan kesedihan melihat kondisiku seperti sekarang ini. Aku mencoba menenangkan emosiku, meski sangat susah karena emosiku terus mendesak.
“Iya, Bu!” jawabku singkat sekali.
“Ceritakanlah pada Ibu, kenapa kamu merasa sial dengan usiamu yang ke-13 itu?” Tanya ibunya lagi. Tangannya mengusap air mataku yang terus berderai membasahi pipiku. Perlahan akhirnya aku mencoba menjelaskan pada ibu kalau mitos itu benar sekali menimpa hidupku di usia ke-13.
“Di usiaku yang ke-13, aku kehilangan sosok ayah untuk selamanya dan kini aku menjadi anak yatim, Bu!” ujarku seraya membenamkan kepalaku di pangkuan ibu yang hanya bisa terdiam mendengar penjelasanku. Sesaat aku mendengar isakan tangis ibu pecah, terasa tangan lembutnya membelai kepalaku. Dalam isak tangisnya, ibu terdengar berujar.
“Jadi ini yang kamu anggap sial, Nak!” ujar ibu dengan nada suara memarau di sela isakan tangisnya yang seakan tidak bisa tertahankan lagi. Aku mencoba menegakkan kepalaku dan mencoba menatap wajah ibuku penuh dengan kepiluan. Aku hanya mampu menganggukkan kepala pertanda mengiyakan pernyataan ibu. ***