Cerpen Yuditeha (Radar Selatan, 28 Januari 2019)

Sebagian orang meyakini bahwa tidak sulit untuk menjadi cengeng dan murka, cukup d engan kasmaran, orang akan langsung bisa begitu. Tak terkecuali dengan kisah tentang Gorka dan kekasihnya. Gorka dikenal sebagai lelaki kuat, tegardan mandiri. Dalam usiateramat muda, dia telah menafkahi hidupnya sendiri. O rangtuanya sudah lama ti ada. Mungkin karena dia berasal dari keluarga melarat hingga sejak kecil sudah terbiasa dengan kerja keras. Selain itu dia juga dikenal sebagai lelaki yangbaik, orang-orang menyebutnya alim. Tak ada kenakalan besar yang selama ini mampir di kehidupannya, bahkan saking alimnya sampai masalah hubungan asmara saja juga belum pernah dilakukan, atau mungkin tidak berani melakukan karena merasa kurang percaya diri.
Pada awalnya dia bekerja sebagai office boy di Mai Rembulan, dan tak butuh waktu lama dia langsung menduduki jabatan pimpinan program di Mai tersebut. Apa yang terjadi di kehidupan Gorka ini mungkin bisa dimasukkan dalam kategori ungkapan berikut: karir yang lancar tak selalu membuat efek baik bagi pelakunya. Entah apa yang jadi penyebab, setelah menduduki jabatan itu, Gorka menjadi lebih mudah tergiur melakukan kenakalan-kenakalan. Mungkinkah kadar keteguhan iman yang dia punyai selama ini kurang kuat? Sehingga pada saat keadaan hidupnya tiba-tiba lebih mudah terjalani, ada sesuatu yang muncul di dalam dirinya, semacam rasa pe nasaran terhadap apa yang selama ini tak dijamah, termasuk kenakalan dalam kisah asmara.
Kalian pasti mengira bahwa laju karir Gorka tersebut tidak sehat, dan itu dugaan yang masuk akal. Begitu juga yang mungkin dipikirkan orang, atau paling tidak akan memunculkan sebuah tanya: ada hubungan apa antara Gorka dengan atasannya? Atas dasar pertanyaan itu mereka menduga karir Gorka yang cepat menanjak tersebut pasti karena bantuan dari atasannya. Pada kenyataannya sesekali mereka memang terlihat jalan bareng. Informasi penting yang dapat dikaitkan dengan kisah tersebut, ada orang yang mengatakan bahwa atasan Gorka seorang gay. Dari situlah orang-orang mulai meyakini bahwa antara Gorka dan atasannya telah terjalin hubungan cinta sesama jenis.
Meski banyak orang mendengar berita itu, tapi mereka tidak ada yang lantas berusaha mengusik hubungan Gorka dan atasannya, karena mereka pikir hal itu sudah menjadi masalah pribadinya. Tapi kabar lain justru tiba-tiba mengemuka, yaitu Gorka kini telah punya kekasih. Dia dikabarkan menj alin hubungan dengan sal ah satu perempuan yang menjadi relasi bisnisnya. Dan perempuan itu tidak tahu bahwa sesungguhnya Gorka punya hubungan asmara dengan atasannya.
Berbeda dengan apa yang ada pada diri atasan Gorka, begitu Gorka menjalin hubungan cinta dengan pe rempuan itu, atasannya langsung curiga, bahkan di suatu hari yang panas di musim kemarau yang kelewat panjang, atasannya mendapat kiriman foto-foto mesra antara Gorka dengan perempuan itu di sebuah hotel. Foto-foto itu dikirim oleh nomor asing ke ponsel atasan Gorka. Melihat foto-foto itu atasan Gorka cemburu. Dia murka. Sejak itu tumbuh di dalam dirinya keinginan untuk balas dendam terhadap Gorka. Menurutnya, pengkhianatan harus diselesaikan dengan kematian. Oleh karena itu dengan sangat detail dia merencanakan pembunuhan terhadap Gorka dan pembunuhan itu akan dilakukan de ngan cara mencekik leher de ngan kawat. Kawat itu telah disiapkan di apatermen miliknya.
Di sisi lain Gorka terlihat tenang-tenang saja saat menjalani hubungannya dengan kekasihnya. Ternyata perempuan itu teramat cantik dan anggun. Memang tampak sebagai perempuan baik-baik saja. Susunan komponen yang ada pada wajah perempuan itu seperti tertata sempurna.
Telinga, hi dung, alis, mata, pipi, dagu, dahi, danbibir perempuan itu memang tampak harmonis, baik penataannya, maupun besar kecilnya. Para wanita yang kebetulan melihat kecantikan perempuan itu merasa iri. Dan lelaki yang memandangnya langsung ingin memiliki dan menikmati. Karenanya tidak he ran j ika dengan itu, orang-orang lantas mengagumi keagunganSangPenciptanya. Ada yangbilang dengan mengatakan bahwa Tuhan memang Maha Segalanya.
Karena kecantikan perempuan itulah, orang-orang yang mengetahui kenyataan bahwa dia kekasih Gorka merasa heran. Kondisifisik Gorka be rbandingterbalik dengan keadaan perempuan itu. Gorka termasuk lelaki bertampang pas-pasan, malah cenderung buruk. Ketika perempuan itu membagikan foto saat bersama Gorka, ada beberapa orang yang menyesalkannya, bahkan di antara mereka ada yang komentar, bahwa wajah Gorka tidak lebih tampan dari monyet. Meski begitu orang-orang tidak bisa berbuat lebih banyak dengan perbedaan itu, bahkan akhirnya mereka mengakui semua itu termasuk misteri hidup yang tak serta merta bisa mereka urai. Dan hal itu semakin bertambah misteri saat adanya kenyataan bahwa kabarnya perempuan itu serius dengan hubungan itu. Dia tidak main-main, perempuan itu bersedia dinikahi oleh Gorka dan dia ingin Gorka sebagai raja di hatinya. Keseriusan hubungan Gorka dan perempuan itu menyebabkan Gorka melupakan cinta atasannya, bahkan Gorka sendiri sudah punya rencana untuk mengakhiri hubungan itu, hanya dia belum menemukan waktu yang dirasa tepat untuk menyampaikan kepada atasannya.
Kenyataan lain mengatakan berbeda, karena sebelum Gorka kesampaian mengutarakan maksudnya, dia telah lebih dulu dihubungi atasannya, Atasannya itu mengajaknya bertemu.
Gorka Sayang, sudah lama kita tak bercinta. Aku kangen. Aku ingin bertemu kamu.
Chat dari atasannya itu tiba-tiba seperti mengembalikandiamenginjakbumiyangselama ini dia tinggalkan. Usai membaca chat itu, detak jantungnya menj adi lebih cepat Dia seperti baru menyadari bahwa selama ini telah menjadi seorangpengkhianat. Buru- buru ego pembelaan dirinya muncul, berkecamuk
dalam pikirannya hingga mengganggu ritme hidup, termasuk perihal hubungannya dengan perempuan anggun itu. Tetapi entah kenapa lagi-lagi perempuan itu bersikap tenang. Segala keluh dan pisuh Gorka dia tampung dengan ikhlas. Sampailah di saat Gorka merasa kewalahan dengan tekanan dan rongrongan yang ada di pikirannya, hingga akhirnya dia jujur pada kekasihnya tentang hubungannya dengan atasannya Pada saat mendengar pengakuan Gorka, perempuan itu seperti tidak sedikit pun terguncang jiwannya, bahkan dia masih bisa menenangkan Gorka yang tampak kalut.
“Aku akan menemanimu.”
Kalimat tersebut muncul dari bibir seksi perempuan itu saat Gorka mengatakan bahwa kecenderungan seorang gay yang kecewa bisa melakukan tindakan di luar batas. Bahkan Gorka juga menceritakan beberapa contoh tindakan pembunuhan yang dilakukan beberapa pasangan gay yang merasa dikecewakan. Oleh karena itu Gorka sangat kebingungan menghadapi chat dari atasannya. Saking bingungnya, chat itu juga ditunjukkan kepada kekasihnya.
“Datanglah ke sana. Sekalian nanti kamu jujur padanya dengan bahasa yang sopan, bahwa kamu ingin mengakhirihubunganitu,”kata perempuan itu.
“Aku tidak berani. Dia bisa membunuhku,” sahut Gorka.
“Kalau gitu kamu harus siap. Sebelum dia melakukan, kamu yang beraksi lebih dulu,” ucap perempuan itu tetap dengan suara halus.
“Aku tidak berani.”
“Ya sudah, tadi aku bilang, aku akan menemanimu.”
“Bukankah saat dia melihat kita berdua justru akan semakin membuatnya murka? Kita berdua bisa dibunuh.”
“Kita harus punya cara.”
“Cara? Gimana maksudmu?”
“Aj ak dia bertemu di sini, di apartemenmu, dan aku akan datang ke sini belakangan, setelah dia sudah di sini.”
“Trus?”
“Begitu dia tiba di sini, tak menunggu lama aku akan datang. Saat itulah kita bersandiwara. Pada saat aku muncul dan melihat kalian, seolah-olah aku akan langsung permisi pergi lagi dengan maksud menghargai dia. Kupikir de ngan cara begitu dia akan terharu dan tidak sampai melakukan kejahatan padamu. Bisa jadi kamu dapat mengatakan putus dengan tanpa masalah, karena hatinya sedang diliputi perasaan haru olehku tadi.”
“Mantap, kamu ya. Oke, berarti kami akan bertemu besok di sini,” kata Gorka sembari memeluk kekasihnya itu dengan mesra tan da senang.
Sementara apa yang dipikirkan perempuan itu te myata bukan seperti apa yang baru saja dia katakan. H ati dan p ikirannya lebih condong pada apa yang dia katakan sebelumnya, yaitu bahwa sebelum atasan Gorka membunuh, dia harus beraksi lebih dulu. Oleh karenanya, dia sudah mulai menyiapkan racun serbuk yang mematikan.***