Gagak Sial

Suara tahrim yang lembut dan syahdu itu, mengingatkan aku pada suara tahrim yang pemah aku dengar di Mekah dan Madinah sana. Betapa aku ingin kembali datang ke sana, ingin membaringkan jiwa dan ragaku yang lelah. Ingin kembali meneguk air zamzam yang menyegarkan jiwa dan ragaku.

Dan kini, di sini. Di ruang tempat kerjaku, aku kembali membaca sejumlah tulisan lamaku. Aku temukan sejumlah catatan lama tentang burung gagak yang koaknya aku dengar di Paris, juga di Kuala Lumpur. Di Paris, aku dengar koak gagak di atas kuburan penyair Charles Baudelaire. Di Kuala Lumpur aku dengar di atas kota. Aku yakin itu bukan gagak mistik, seperti yang pernah aku bunuh di atas genting rumahku.

Gagak memang lambang mistik dan kematian, lambang negeri kelam yang disukai orang hitam berhati arang. Sekelam bahkan sehitam hati si zalim, yang berupaya membunuhku dengan teluhnya itu. Ya, membunuh orang dengan teluh adalah perbuatan keji, yang jejaknya tak terlihat oleh orang lain, kecuali oleh orang yang berilmu. Mereka tahu, dari siapa teluh itu dikirim. Bahkan di antara mereka ada yang bisa mengembalikan teluh itu dan membunuh tukang teluh itu.

Ingat akan hal itu, ingin sekali aku balas dendam membunuh si zalim. Tapi sejumlah ulama melarang aku untuk melakukan perbuatan yang biadab itu. “Allah tidak diam, anakku. Ia akan membalas segala perbuatan orang zalim itu, termasuk kepada mereka yang suka gibah. Bersihkan hatimu dengan zikir dan istigfar. Itu lebih baik dan disukai oleh Allah swt,” jelas Kiai Sepuh pada sebuah malam, saat kuberkunjung ke rumahnya di Sukaraja, sana.

Astagfirullah, kok ada ya di muka bumi orang sekeji itu? Kok ada orang yang katanya pewaris ilmu Nabi tapi melakukan perbuatan terkutuk. “Orang semacam ini telah menduakan Tuhan. Jelas itu perbuatan dosa besar yang sulit diampuni. Astagfirullah, jangan sampai kita terlibat dalam perbuatan tercela semacam itu,” lanjut Kiai Sepuh.

Dan malam kian larut dan tua. Desir angin saya dengar menggeser ranting pohonan di luar jendela sana. ***

Arsip Cerpen di Indonesia