DI Green Forest…
“Ya, anak-anak. Alhamdulillah, kita sudah sampai di lokasi perkemahan. Sekarang, tugas kalian adalah mendirikan tenda. Setelah mendirikan tenda, kalian boleh makan siang. Kalian bawa bekal, kan? Untuk makan sore, masak sendiri, ya,” kata Mrs Ria.
“Baik, Mrs,” jawab seluruh peserta berkemah.
Kami pun mendirikan tenda. Oya, aku lupa satu hal. Sampai sekarang aku dan Rita masih marahan. Bukan aku sih, yang marah. Aku sudah memaafkan Rita. Namun, Rita sepertinya belum mau memaafkanku. Aku biarkan saja. Nanti, dia juga sadar. Aku dan Rita juga beda regu. Kalau aku Regu Anggrek, dia Regu Lavender.
Wusnh…. Brushh….
Hujan tiba-tiba turun dengan derasnya. Pas setelah kita selesai mendirikan tenda. Aku suruh anggota reguku masuk ke dalam tenda.
Tes, tes, tes.
“Ini apa, ya?” gumamku sambil memperhatikan air yang taai menetes.
“Aduh, tenda kita, bocor!” seru Avienna kaget.
Aku memakai jas hujanku dan menghampiri Kakak Pembina.
“Kak Merry, tenda kita bocor!” seruku kepada Kakak Pembina kami.
“Pindah dulu saja ke tenda yang nggak bocor dan luas. Tendanya, siapa, yaa…,” Kak Merry melihat sekeliling. Hujan deras tak berhenti.
“Nah, tendanya Regu Lavender kosong, tuh! Kalian ngungsi ke Sana dulu, ya!” pesan Kak Merry.
Aku pun memerintahkan anggota reguku pindah ke tenda Rita. Kami mengangkut semua barang-barang kami.
“Mau apa ke sini?” tanya Rita ketus ketika melihatku masuk ke dalam tendanya.
“Mau ikut ngungsi. Tenda kita bocor. Kata Kak Merry, pindan dulu saja ke tenda kalian,” sahutku kalem sambil menaruh barang di pojok tenda
“Emily,” ujar Rita pelan.
“Apa?” balasku sambil merapikan barang di pojok.
“Aku minta maaf, ya. Aku memang pemarah. Aku tak mau mengalah. Aku sudah lama ingin meminta maaf padamu. Namun aku malu. Nanti aku ganti komiknya,” kata Rita pelan.