Gara-gara Tenda Bocor

Oleh Syakira Qonita Sholihat (Pikiran Rakyat, 03 Maret 2019)

Gara-gara Tenda Bocor ilustrasi Ali Parma - Pikiran Rakyatw.jpg
Gara-gara Tenda Bocor ilustrasi Ali Parma/Pikiran Rakyat 

AKU mempunyai sahabat, namanya Rita. Kami berteman baik. Hanya saja, Rita mudah marah gara-gara hal sepele. Hingga aku pernah melakukan sesuatu sampai Rita marah besar. Namun akhirnya kami berdamai kembali.

Suatu pagi, aku bersiul pelan. Kakikku memasuki ruang kelas. Rita sedang duduk di mejanya. Asyik membaca komik Conan edisi terbaru.

“Halo!” seruku menghampiri Rita, dan menyapanya dengan riang.

“Komik Doraemon yang kamu pinjam pekan lalu boleh aku bawa? Aku ingin membacanya,” kataku.

“Oh. Hmm,” Rita mendesah pelan. “Maaf. Kemarin adikku minum susu di kamarku. Dan, susunya tumpah terkena bukumu. Jadi, mmm…. sobek,” kata Rita.

Aku termenung. Marah, tentu saja. Aku membeli buku itu dengan uang tabunganku.

“Kamu…,” perkataanku terhenti. Mulutku terkunci.

Rita terpana. “Kamu, marah?” tanyanya.

“Ya,” ujarku pelan.

“Oh! Kamu marah! Jadi kamu marah cuma gitu doang! Udah, kamu bukan sahabat aku lagi!” Rita berteriak. Lalu meninggalkanku.

Aku termenung.

***

SEKOLAH kami akan menyelenggarakan kegiatan berkemah pada 23-25 Januari nanti. Lokasinya di Green Forest. Aku ingin sekali mengikuti kegiatan itu. Tapi sebelumnya, aku akan meminta izin dulu pada orangtuaku.

Pulang sekolah….

“Ma, Emily boleh ikut acara berkemah?” tanyaku pada Mamaku saat makan malam.

“Dimana, Ly?” tanya Mama.

“Sekolah mengadakan acara berkemah, Ma. Emily kan, pemimpin regu. Jadi, wajib ikut kayaknya, deh,” ujarku. Ya, aku memang ketua di regu Pramukaku.

“Oh, tanggal 23, ya? Mama juga dikasih tahu sama Miss Ely. Kalau nggak salah di Green Forest ya? Boleh dong. Nanti bilang aja ke Mama, apa saja yang harus disiapkan. Nanti Mama bantu packing barang,” ucap Mama.

Yes! Aku diperbolehkan ikut perkemahan!

***

Arsip Cerpen di Indonesia