Membuat Sapu Lidi

Aku pulang dari rumahnya dengan gontai. Teringat kata-kata Bu Dina agar sapu yang dibuat haruslah buatan sendiri dan bukan pula beli dari orang lain. Tak terbayang olehku apabila harus membuat sapu lidi. Belum pernah sekalipun aku membuatnya. Bukan perkara mudah membuatnya. Perlu waktu yang tak sebentar. Dan harus duduk berlama-lama, pasti akan membuat jenuh dan pinggang terasa panas. Tubuh juga menjadi lelah. Ah, mending beli saja. Tapi mau beli ke mana Jagi? Bi Amah satu-satunya pembuat sapu lidi di kampungku.

“Oh, aku beli ke pasar saja,” gumamku dengan senang. Tak apalah aku membelinya dari pedagang di pasar. Meski harganya jauh di atas harga yang dipatok oleh Bi Amah, selisih harganya hanya beberapa ribu rupiah.

Namun sayang, penjual barang-barang rumah tangga sudah lama tidak menjual sapu lidi karena tidak ada yang mengirimnya. Aku berkeliling di dalam pasar mencari orang yang menjual sapu lidi. Tetapi tak satu pun yang menjualnya. Keluhanku tak kucurahkan pada ayah atau ibu karena mereka pasti tidak akan setuju aku membeli sapu lidi untuk dikumpulkan sebagai tugas dari wali kelas.

Waktu libur semester tinggal tiga hari Jagi. Akhirnya aku mengatakan pada ayah bahwa aku sedang membutuhkan sapu lidi sebagai tugas dari sekolah.

“Mengapa baru sekarang bilangnya? Tinggal tiga hari lagi waktunya masuk sekolah,” ayah merasa heran.

Hari itu juga ayah mengambil daun kelapa. Dan aku harus memisahkan daun kelapa dengan lidinya dengan sabar. Waktu pun terus merambat.

“Alhamdulillah, semuanya telah mengumpulkan tugas yang Ibu berikan. Dan Ibu yakin sapu lidi kalian buatan sendiri, bukan menyuruh orang lain atau beli dari pedagang,” kata Bu Dina.

Aku teringat saat membuat sapu lidi yang ternyata menanamkan nilai kesabaran, kerapian, dan juga kejujuran. Aku juga teringat pelajaran PKN yang menyatakan “bersatu kita teguh bercerai kita runtuh”. Ya, sapu lidi gunanya untuk menyapu. Jika semua lidi disatukan dengan simpay yang kuat mengandung filosofi bahwa kita harus bersatu untuk meraih suatu tujuan. ***

 

Sarah Akmalia Zakiyah. Kelas IV MI Cikangkung, RT 24 RW 11, Dusun Sukamanah, Desa Sindangsari, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis 46253

Arsip Cerpen di Indonesia