Maka ketika rembulan benar-benar lenyap, dengan hati diliputi kekecewaan, Maria berdengung murung bahwa tubuh rembulan sepenuhnya telah masuk ke dalam pintu bulat. Dan di seberang pintu bulat yang tak tampak itu, matahari telah menyambutnya dengan sepasang tangan yang siap memeluk. Seperti tuan rumah menyambut tamu kesayangan, menyambut kekasih yang ditunggu. Hanya, baik rembulan ataupun matahari, keduanya senang menyimpan rahasia hubungan masing-masing. Matahari dan rembulan tak mau jalinan kasih mereka diketahui dunia.
“Aku berjanji, aku akan menjaga rahasia ini. Orang-orang, dan bahkan malam itu sendiri, tak akan tahu bahwa sejatinya kalian kerap bertemu diam-diam,” ujar Maria kepada udara yang diam. Dan rembulan pun terus melaju ke balik pintu bulat. Mengabaikan Maria.
Demikianlah Maria. Ia bukan gadis yang mudah menyerah. Ia telah berjanji kepada dirinya sendiri. Ia akan membuktikan bahwa ma tahari dan rembulan memang sepasang kekasih yang tak bisa dipisahkan. Dan ketika keduanya tak tampak di langit, tak diragukan lagi: keduanya tengah memadu kasih di sebuah tempat rahasia yang tak boleh diketahui siapa pun. Tempat rahasia itulah yang selama ini dicari-cari Maria. Diintainya dari malam ke malam. Dari bulan ke bulan. Sampai tahun ke tahun. Maria ingin sekali pergi ke tempat itu. Mengintip matahari dan rembulan bertemu. Tapi Maria benar-benar tak tahu caranya.
“Andai saja aku dapat melayang-layang di udara.” Dan hanya tatapan Maria yang sanggup melayang-layang di udara, sampai ke tubuh rembulan yang hilang separuh, atau hilang sepenuhnya.
Selepas malam, jika rembulan tak muncul sama sekali, Maria memandangi kerlip gemintang yang jumlahnya bagai jumlah bulu kucing milik ibunya. Ya, jumlah bintang memang sebanyak itu. Maria pernah mencoba menghitung bulu kucing milik ibunya. Namun ia menyerah meski ia bukan gadis yang mudah menyerah. Menghitung bulu kucing lebih menjemukan ketimbang menatap langit malam.
Maria tak bisa menghitung jumlah bulu kucing sebagaimana tak bisa menghitung jumlah bintang-bintang. Keduanya sama. Sama-sama banyak dan sama-sama tak bisa dihitung. Jadi, siapa pun yang tak percaya bahwa jumlah gemintang dan bulu kucing milik ibunya itu sama, maka ia harus membuktikan bahwa jumlah itu memang tidak sama.
***