“Melihat kesungguhan pangeran dalam belajar, kakek yakin kamu bisa memenangkan perlombaan ini. Berangkatlah pangeran, kesungguhanmu dalam belajar itulah yang akan menjadi keberuntunganmu,” jawab Ki Saka penuh kemantapan.
Mendengar perkataan Ki Saka, Pangeran Panjinata segera berlari menuju lapangan tempat lomba menunggang kuda. Ia kemudian ikut berjajar digaris awal beserta peserta lainnya. Setelah semua peserta siap, Ki Saka segera mengangkat bendera putih ke atas sebagai tanda untuk memulai perlombaan.
Setelah itu Panjinata segera menghentakkan kedua kakinya ke perut kuda dengan kuat. Seketika kuda yang ditungganginya langsung melesat dengan cepat. Supaya kudanya berlari lebih kencang ia berulangkali menghentakkan kedua kakinya ke perut kuda. Kini ia pun sudah memiliki keseimbangan dalam menunggang kuda. Sehingga saat kudanya berlari kencang ia tidak terjatuh. Ia pun berhasil memacu kudanya mendahului teman-temannya. Tidak disangka, ternyata ia yang pertama masuk garis akhir dan dinyatakan sebagai pemenang.
Panjinata sangat senang ketika diumumkan sebagai pemenangnya. Ia kemudian segera berlari memeluk ayahnya. Kini ia tahu, bahwa yang bisa membawa keberhasilan bukanlah tongkat keberuntungan, melainkan kerja keras dan semangat pantang menyerah. Sejak saat itu pula ia menjadi anak yang sangat rajin dalam belajar. Melihat perkembangan putranya raja pun bahagia dan berterima kasih kepada Ki Saka.