Topeng Arum

Dalam kesenyapan joglo itu Arum seperti mendengar tetaluan, gamelan pembuka tari topeng. Berdirilah ia dengan posisi naga seser, gerakan kuda-kuda dengan kaki dibuka setengah jongkok, kaki kiri ditutupi juntaian kain. Ia serupa kerasukan roh, menari dengan topeng yang menutup wajahnya. Terus ia menari hingga langit samar-samar kemerahan, mencari gerak pembebasan dari gejolak nafsu. Ia masih mengenakan topeng itu meski telah selesai menari. Ia tertidur di lantai joglo sanggar senyap itu, masih mengenakan topeng. Terbangun dari tidur esok pagi ia tidak melepas topeng merah, yang meliarkannya pada gerakan- gerakan ksatria murka. (28)

 

Pandana Merdeka, Maret 2019

S Prasetyo Utomo, lahir di Yogyakarta, 7 Januari 1961. Doktor ilmu pendidikan bahasa ini menulis cerpen, esai, puisi, novel, dan artikel. Buku cerpennya Bidadari Meniti Pelangi (2005), sedangkan novelnya Tangis Rembulan di Hutan Berkabut (2009), Tarian Dua Wajah (2016), dan Cermin Jiwa (2017). Penerima Anugerah Kebudayaan 2007 dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Acarya Sastra 2015 dari Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Prasidatama 2017 dari Balai Bahasa Jawa Tengah.

Arsip Cerpen di Indonesia