Kukatakan dapat mungut di jalan. Memang benar. Anjingku kudapat di selokan air. Ada dua ekor saat kutemukan. Satu berwarna kehitam-hitaman. Ia diambil oleh sahabatku. Katanya ia tumbuh menjadi anjing yang amat galak sampai-sampai dibuatkan kerangkeng khusus. Syukur anjing yang kudapat ini agak lembut. Tak ada kekerasan yang pernah dilakukan terhadap anjing-anjing lainnya. Ia santai-santai saja kelihatannya. Mungkin itu salah satu penyebab anjing-anjing betina banyak yang suka padanya.
“Kawinkan saja anjingmu dengan anjingku!” Ibu-ibu yang suka anjing mengharapkan agar anjingku dikawinkan. “Gimana, mau?”
“Baiklah kalau gitu. Benar saja. Saat si betina mulai birahi kebetulan juga sasih Kesanga, musim kawin kawanan anjing, perkawinan anjing pun terjadi. Tidak ada upacara mengenai perkawinan anjing sama anjing. Ia suka sama suka. Keceriaan tampak di wajah ibu-ibu itu. Ia akan mendapatkan keturunan dari anjingku.
“Jika nanti beranak, kuberikan situ satu sebagai penyambung generasi anjing. Terima kasih telah memberikan anjingmu sebagai pejantan tangguh.” Suka citanya bertambah karena harapan mendapatkan keturunan anjing yang kuat dan tangguh.
Semua itu hanya kenangan saja. Ciko menghilang entah ke mana. Aku tidak mau menyerah. Tiap malam aku memohon agar anjingku kutemukan. Entah sadar atau gimana. Kulihat seseorang berubah menjadi jagal anjing. Ia bantai ribuan anjing. Ia tertawa cekikikan. Pedangnya dilumuri darah anjing. Ia pun menjilatinya seperti seekor anjing. Tiba-tiba tubuhnya berubah menjadi anjing besar. Teramat besar. Ia menyerangku. Aku berkelit. Kupegang kerah bajunya. Kubanting. Ia tersungkur. Mulutnya mengaung. Taringnya berubah memanjang. Kuambil palu. Kupukulkan di taringnya. Tak mempan juga. Ia terus memburuku. Saat nafasku hampir habis. Kuambil belati. Ia melompat. Tepat saat melompat itu belatiku terhunus. Bau amis menyebar.
“Terima kasih. Kau telah mengakhiri petualanganku. Anjingmu telah kembali.”
“Kembali?” Aku terbangun. Kubuka pintu depan karena kudengar seperti ada yang datang. Saat kubuka, hanya sepi dan suara belalang malam yang menyapaku.