Belajar di Museum

Oleh Ufaira Nur Afifa (Analisa, 21 April 2019)

Belajar di Museum ilustrasi Analisaw.jpg
Belajar di Museum ilustrasi Analisa

NAMAKU Aira, aku duduk dikelas I. Aku suka sekali belajar di ruang terbuka, rasanya belajar diluar ruangan terbuka itu sangat menyenangkan, pokoknya asiiiiiik deh.

“Doooooor, hahahahaha……”Thoriq mengangetkan aku dari belakang.

“Usil,” kataku sambil  melemparkan kertas putih ke dalam tong sampah. “Apa siiiih,?

“Masuk kelas, bu Aisyah sudah datang.! Thoriq menarik tanganku cepat-cepat. “Oh, ya anak-anak. Minggu depan kita belajar di alam terbuka, ya ?’ kata ibu guru “Kemana,bu ? sambut Thoriq dengan semangatnya. “Ibu kepinginnya ke Museum. Karena banyak hal yang harus kita pelajari di sana, banyak sejarah yang belum kita ketahui.”

“Asiiiiiik…..” kata ku sambil meloncat kegirangan. “Kapan kita perginya,bu?” kata Nabila. “Kalau tidak ada halangan dan rintangan yang menggoda, kita berangkat hari Sabtu depan.”

Aku dan teman-teman sangat menantikan kunjungan ini, bahkan setiap hari aku meng­hitung tanggal yang ada di kalender. Satu persatu tanggal di kalender aku lingkari sampai mendapatkan tanggal kunjungan itu.

Sesampainya di museum, kami dibariskan oleh ibu Aisyah. Satu persatu kami disuruh masuk, biasalah membudayakan antre supaya jangan desak-desakan.

Di museum kami mempelajari banyak hal yang belum dapat kami jumpai. Banyak deeeeh, pokoknya seru amaaat.

“Hahahahahaha ada patung yang mirif Aira.” Thoriq mengejekku lagi. “Mana ada.” Aku kesal bangeeet. “Ia Aira, cobalah lihat.!

“Aku kaget setengah mati.  Wow, rupanya ada patung ibu-ibu yang lagi memegang daun.”

“Ka, ini daun apa yang dipegang sama ibu ini,” aku bertanya sama kakak yang cantik lagi tegak mendampingi kami di museum, kakak itu sepertinya yang menjadi tutor untuk para tamu yang berkunjung. “Ia, dek. Ini daun tembakau. Menandakan bahwa Negara kita kaya akan tembakau.”

“Oh. “ kami kompak menjawabnya.

“Selain itu ka, apalagi yang di museumkan di sini.”

Arsip Cerpen di Indonesia