Selama aktivitas perkuliahan tetap kujalani dengan semangat. Membangun motivasi supaya mendapat beasiswa. Jika semua keluargaku menyimpan kebencian terbesar, tetap mereka yang menjadi dukunganku untuk lebih bergiat belajar dengan cobaan. Bagaikan api dibalas dengan air. Artinya membalas kejahatan dengan kebaikan. Itulah komitmen.
Ingin rasanya membuat sebuah sajak untuk kupersembahkan untuk ibu.
IBU
Meski tangan tidak bisa menghapus air mata
Biarlah mimpi menghapusnya
Meski tidak bisa melihat keadaan
Biar mimpi berjumpa
Air mata tak kunjung padam
Melihat beban yang ibu pikul
Doa ibu penyelamatku.
Aku meminta maaf kepada ayah yang kubohongi selama ini. Tidak ingin melihat wajah cemberut dihari tuanya, ayah tetap terbaik di hidupku. Bersyukur mengenal ayah. Jika banyak cobaan, tetap setia memanggil ayah. Keluarga yang membuat isu yang tidak baik tentang aku. Tetaplah mereka pendukung, mereka telah banyak berkorban. Meskipun aku hidup sederhana. Air mata akan mengubah kehidupan bahagia.
Melanjut bukan hal yang mudah untuk dijalani segala keperluan harus dibutuhkan. Setiap ingin meminta dari orangtua tidak tega, meminta sama keluarga selalu kena marah. Itulah rintangan. Saat aku menjalani ini semua tetap fokus mencapai impian. Sampai dimana titik akhirnya.