“Boleh Fadil bantu, Ustadz?”
Sekilas guru mengajinya itu menoleh, lalu tersenyum. Diberikan sapu yang tadinya digunakan kepada Fadil. Dengan wajah riang Fadil mulai menyapu. Menggantikan tugas guru mengajinya itu membersihkan teras masjid. Tak lama kemudian, Ustaz Atri yang tadinya pergi ke dalam, kembali datang menghampiri membawa sapu. Bersama-sama mereka menyapu teras masjid.
Karena keasyikan membantu guru mengajinya. Fadil sampai tidak sadar kalau hari hampir gelap. Buru-buru ia pamit dan segera pulang.
“Benar kata Bunda. Waktu akan cepat berlalu jika kita melakukan suatu hal yang kita sukai. Termasuk menolong Ustaz Atri,” ujar Fadil sepanjang perjalanan pulang dengan wajah riang. Lapar diperutnya hilang. Berganti dengan kebahagiaan karena bisa menjadi murid yang bermanfaat. (***)