Oleh Roro Elis (Kedaulatan Rakyat, 12 Mei 2019)

HUJAN tak kunjung henti sejak siang tadi. Zaskia mengurungkan niatnya belajar bersama di rumah Putri. Payung miliknya masih dipinjam Bi Nah untuk belanja ke warung yang terletak agak jauh dari bilangan rumahnya. Terdengar suara azan Asar dari masjid. Zaskia bergegas mengambil air wudu dan segera melaksanakan salat Asar.
Zaskia memang anak yang rajin sembahyang dan juga rajin belajar. Dia sangat yakin bahwa usaha yang dilakukan diiringi dengan mendekatkan diri kepada Yang Kuasa akan menghadirkan keajaiban dan kemudahan. Apalagi di bulan Ramadan seperti ini Zaskia semakin rajin beribadah. Seusai salat dan berdoa, Zaskia mengingat sekitar lima tahun yang lalu saat dia masih kelas 1 SD, awal dia bisa membaca. Waktu itu dia hampir tidak percaya dengan adanya Tuhan. Waktu kecil Zaskia merasa bahwa setiap dia berdoa ingin apa saja tidak bisa langsung dikabulkan. Cici, panggilan akrab Zaskia, ingat peristiwa lucu saat dia haus. Ibu belum pulang, dia ingin minum sementara Bi Nah sedang sakit. Zaskia ingin sekali minum es, berdoa kepada Tuhan dan es tersebut tak pernah kunjung dating kecuali setelah Ibu datang dan membelikan es untuknya.
Pada suatu hari, dia mengeluh kepada Ibu mengenai hal tersebut. Ibu terkejut akan protes Cici kepada Tuhan.
“Ibu bohong, Tuhan itu tidak ada. Cici berdoa terus pengin minum es, tidak diberi. Berdoa pengin boneka tidak diberi. Yang memberikan Ibu, bukan Tuhan,” protes Cici kala itu.
“Cici, sayang. Tuhan mengabulkan doa Cici melalui tangan Ibu,” ujar Ibu. Tetapi Zaskia kecil belum mampu mencerna kata-kata Ibu.
Beberapa hari kemudian Zaskia menerima sepucuk surat diletakkan di ruang bermainnya. Setelah dibuka, Zaskia yang baru saja lancar membaca, mencoba membaca tulisan dengan huruf besar-besar itu.
“Zaskia, kamu ingin mainan piano kecil, kan? Saya mendengarnya dan sudah saya letakkan di sudut kamarmu. Dari Tuhan.” Demikian isi surat tersebut. Zaskia menengok ke tempat yang dimaksud dalam surat. Betapa terkejut dan riang hatinya, ketika Zaskia mendapati piano mainan sangat indah di sudut kamar. Surat-surat senada selalu saja didapatkan oleh Zaskia beberapa saat seusai berdoa dan selalu doanya dikabulkan. Surat-surat tersebut diceritakan ke Ibu.