Suara yang Memanggil-manggil

Sungguh asyik mendengar penjelasan Pak Bilal tentang suara azan, sangat bisa diterima logika. Telinga manusia itu masih nyaman ketika menerima intensitas suara di sekitar 70dB, jika lebih dari itu dan berkepanjangan akan menjadi polusi suara.

Tapi apakah mungkin setiap intensitas suara Toa masjid diuji berapa dB? Tanyaku dalam hati.

“Dari tuntunan Nabi Allah diketahui, suara azan sebagai tanda masuknya waktu salat memang harus ditinggikan. Sebagaimana teriak lantang Bilal bin Rabah. Oleh karena itu, dasar penggunaan loadspeaker untuk azan tidaklah perlu diperdebatkan.” pesan Pak Bilal.

Pada dasarnya, suara yang perlu diperdengarkan ke luar masjid hanyalah azan sebagai penanda waktu salat. Sudah ada aturan penggunaan pelantang suara masjid pada waktu tertentu: Subuh, sebelum subuh, boleh menggunakan loadspeaker paling awal 15 menit sebelum masuk waktu. Azan subuh menggunakan pengeras suara ke luar dan  dalam ruangan. Sesudah azan, hanya menggunakan pengeras suara dalam. Salat subuh, kuliah subuh, dan sebagainya sebaiknya hanya menggunakan pengeras suara dalam ruangan saja. Ashar, Magrib, dan Isya: 5 menit sebelum azan dianjurkan membaca Alquran. Pembacaan ayat suci Alquran menggunakan pengeras suara keluar. Takbir Idul Fitri/Idul Adha menggunakan pengeras suara ke luar. Tarhim doa dengan pengeras suara ke dalam dan tarhim zikir tak menggunakan pengeras suara. Saat Ramadan siang dan malam hari, bacaan Alquran menggunakan pengeras suara ke dalam. Upacara hari besar Islam dan Pengajian juga tabligh hanya menggunakan pengeras suara dalam masjid kecuali pengunjungnya sampai meluber keluar.

Lalu apa alasannya kalau masih saja ada oknum pengurus masjid yang menyetel volume suara Toanya ke tingkat luar biasa, supaya warga pada bangun?

“Muslim yang baik adalah tetangga yang baik. Ia memikirkan perasaan dan kepentingan tetangganya yang mungkin baru saja pulang kerja dan butuh istirahat, atau yang memiliki anak bayi yang tertidur lelap, atau si sakit yang butuh suasana tenang. Allah Maha Mendengar. Dia tidak membutuhkan doa-doa yang dipanjatkan dengan suara memekakkan telinga. Bukankah doa yang paling utama itu ialah yang dibisikkan penuh kekhusyuan dari sudutsudut sepi, jauh dari pengetahuan orang lain” nasihat Pak Bilal

Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (Al-A’raf:55) Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi. (Thaha:7)

Arsip Cerpen di Indonesia