Kunyit Miko

Kunyit Miko ilustrasi Jos - Kedaulatan Rakyat2w.jpg
Kunyit Miko ilustrasi Jos/Kedaulatan Rakyat

“Kalian ingat nggak, waktu aku sakit beberapa waktu lalu?” ujar Miko. Kedua temannya mengangguk-angguk.

Mereka ingat ketika itu Miko tidak masuk sekolah selama dua hari karena demam.

“Waktu itu aku demam, ibuku membuatkan obat untukku dari kunyit ini. Ibuku memarutnya lalu diperas diambil airnya.” Miko kembali menjelaskan.

“Iiiih… emang enak minum obat dari kunyit?” sahut Erwin, la berkata sambil mengernyitkan dahinya. Ia ingat ibunya selalu memberinya obat yang rasanya manis ketika ia sakit.

“Yaaa… memang rasanya agak aneh, sih. Tapi kata ibuku ini obat alami dan manjur untuk mengobati sakit demamku waktu itu.” Miko dengan sabar menjelaskan kepada kedua temannya.

“Oooh… aku pikir obat demam cuma ada di toko saja. Ternyata bisa dari tanaman, ya?” Agha menyahut. la belum pernah minum obat dari tanaman kunyit itu.

“Iya, aku juga kalau demam ibuku membeli obat di toko obat,” sahut Erwin juga.

Miko meletakkan kunyit itu di depan kedua temannya. Agha dan Erwin berebut ingin memegangnya. Miko melihat sambil tertawa. Ketiga sahabat itu pun mengerjakan tugas dari Pak Bowo dengan mudah berkat kunyit Miko. ***-c

Arsip Cerpen di Indonesia