Pagi ini merupakan hari libur, pagi-pagi sekali Dragunov telah selesai mandi, mengalahkan dingin dan rasa kantuk yang masih menggerayangi. Namun, dia tepiskan rasa malas itu jauh-jauh. Setelah berpakaian rapi dan wangi juga sarapan bubur dan roti gandum lengkap dengan keju dan saos supaya tidak lemas badannya, dia bersigap lari ke halaman, mendongakkan kepala, menatap awan. Ditunggunya pesawat sang raja dengan penuh harapan. Keringat mengucur di badan tak terasa lagi. Kering kulit terbakar matahari tidak dihiraukannya sama sekali. Gigih benar bocah itu. Apabila leher sudah terasa pegal dan tak dapat diajak kompromi lagi, maka segera dia berlari ke dalam rumah untuk mengambil kursi lalu dibawanya keluar. Duduklah ia dengan sangat bersahaja di atas kursi itu, menyandarkan badannya, lalu mendongakkan kepala. Bila haus tak dapat ditahan lagi atau hadir hasrat untuk buang hajat, maka cepat-cepat dia tuntaskan sembari tetap menyiagakan telinga jika saja terdengar sayup-sayup suara pesawat sang raja dari kejauhan.
Waktu sudah siang dan matahari tepat berada di atas kepala. Pesawat sang raja belum juga muncul. Hal ini tidak menyurutkan semangat Dragunov untuk terus menunggu, sebab bisa jadi pesawat sang raja baru muncul ketika menjelang matahari terbenam seperti waktu itu. Maka diambillah keputusan untuk terus menunggu sampai matahari terbenam.
Bibir Dragunov bergetar, matanya berair, tubuhnya memerah dan penuh bercucuran keringat. Dia hendak menangis, tapi coba ditahan. Tak berapa lama, pecah juga tangisannya. Tangisan sebab kelelahan. Tangisan sebab sangat kecewa. Tangisan anak kecil ketika kehilangan mainan kesayangannya. Hari ini pesawat sang raja tidak muncul. Selama sang raja menjadi raja belum pernah sekalipun pesawatnya tidak muncul di atas atap-atap rumah warga. Baru hari ini dan semoga cuma hari ini.
Dragunov tidak mau mendengar penjelasan dari ibunya. Dia terus meronta-ronta dan menangis sejadi-jadinya. Dia tidak terima pesawat raja hari ini tidak muncul di atas rumahnya. Tangisnya kemudian semakin menjadi ketika ibunya berkilah mungkin raja sakit. Bahkan dia memaksa ibunya untuk berkunjung ke kastil menjenguk sang raja. Setelah digendong dan dibujuk-bujuk dengan berbagai cara, akhirnya Dragunov tertidur di pangkuan sang ibu dengan mata sembab dan bibir yang sesekali masih bergetar.
Cut Titeue, 30 Mei 2019
Munawar, penikmat dan pelaku seni peran di Banda Aceh.