Yuk, Bantu Si Beri!

Oleh Mas Oco (Kompas, 23 Juni 2019)

Yuk, Bantu Si Beri ilustrasi Regina Primalita - Kompasw.jpg
Yuk, Bantu Si Beri ilustrasi Regina Primalita/Kompas 

Hujan deras disertai angin kencang pagi itu membuat rumah Beri si Berang-berang yang berada di daerah Gunungkidul, Yogyakarta menjadi rusak. Beri yang berada di rumah sendirian merasa ketakutan. Sudah dua hari ini, ayah dan ibu Beri sedang pergi menjenguk neneknya yang sedang sakit di luar kota.

“Aduuuh, bagaimana ini?” ujar Beri sambil berlari keluar rumah.

Beri bingung. Ia berpikir keras untuk memperbaiki atap rumahnya yang ambrol. Ya, Beri harus segera memperbaikinya sebelum hujan deras kembali turun.

Tak berapa lama, Nubee si Lebah lewat di depan rumahnya.

“Beri, atap rumahmu rusak?” sontak Nubee berseru.

“Benar, Nubee,” jawab Beri murung.

“Aku bingung bagaimana memperbaikinya. Sedangkan ayah dan ibuku baru pulang besok pagi dari rumah nenek.”

Nubee berpikir sesaat.

“Kamu tunggu di sini Beri! Aku akan memintakan bantuan pada teman-teman lainnya,” kata Nubee.

Beri mengangguk lega mendengar kata-kata Nubee.

Tidak lama kemudian, Nubee si Lebah datang bersama Kodi si Katak, Bangbang si Bangau dan Cupi si Kepiting.

“Ayo, teman-teman. Kita harus memperbaiki kembali atap rumah Beri yang rusak itu!” ajak Cupi Kepiting semangat.

“Iya, siap, Cupi!” timpal si Kodi.

Nubee dan Bangbang kompak mengangguk.

Mereka kemudian bekerja sama mengumpulkan kayu-kayu yang berserakan. Setelah itu, mereka memperbaiki atap rumah Beri. Beri yang ikut memperbaiki atap rumahnya, merasa terharu.

Beberapa lama kemudian, “Horeeee, atapnya sudah jadi!” pekik mereka serempak.

“Sekarang, kita tinggal mengangkatnya bersama-sama. Kita letakkan kembali atap itu di atas dinding rumah Beri,” sahut Nubee.

“Yuk, ikuti komandoku!’’Kini giliran Bangbang berseru lantang. “Kita… Pasti… Bisa!”

Arsip Cerpen di Indonesia