Berbagi Bekal Makanan

“Apa ini?”

“Kamu pasti belum makan. Ini bekal makananku. Makanlah.”

Lama ia berdiri mematung. Memandangi kotak nasi berwarna merah muda bertabur bunga mawar dan juga wajah Fiola secara bergantian.

“Tidak usah sungkan. Anggap aja ini salam perkenalan kita. Namaku Fiola,” kata Fiola memperkenalkan diri.

“Aku … Citra,” sahutnya menerima uluran tangan Fiola.

“Kita berteduh di sana, yuk. Kamu pasti capek.”

Fiola mengajak Citra berteduh di bawah pohon lindung yang tak jauh dari jalan raya. Di sanalah Citra menikmati makan siang pemberian Fiola. Dengan lahapnya ia suapkan nasi dan juga ayam goreng ke dalam mulut. Fiola ikut bahagia melihatnya. Setelah makan, mereka mengobrol panjang lebar. Barulah ketika Citra pamit hendak menawarkan tisunya kepada pengendara mobil dan sepeda motor yang melintas, Fiola pamit pulang. Mulai sekarang, mereka berteman. Fiola berjanji akan datang membawakan makanan untuk Citra yang ternyata sudah tidak punya ayah dan ibu. Kedua orang tuanya sudah lama meninggal. Ia sekarang tinggal dengan pamannya yang juga hidupnya serba kekurangan. (***)

Arsip Cerpen di Indonesia