Sepatu buat Rara

Oleh Reni AW (Kompas, 30 Juni 2019)

Sepatu buat Rara ilustrasi Regina Primalita - Kompasw.jpg
Sepatu buat Rara ilustrasi Regina Primalita/Kompas 

Sore ini, Gaga Si Gajah mengajak Ruru Si Rusa dan Rara Si Burung Dara bermain bulutangkis di depan rumahnya yang terletak di Bandung, Jawa Barat. Gaga lalu menyiapkan perlengkapan bermain bulutangkis seperti raket, kok, serta net-nya.

Setelah Ruru dan Rara datang, mereka bertiga lalu mulai memasang net yang berfungsi sebagai pembatas area permainan.

Permainan pun dimulai. Gaga mengayunkan raketnya memukul kok.  Rara menerima dengan tangkisan terbaiknya. Gaga pun tak kalah cerdik, membalasnya dengan pukulan smash! Tapi Ruru sigap menghalau.

Di tengah-tengah permainan, Gaga merasa kewalahan. Sebab menurutnya permainan ini tak berimbang, karena dua lawan satu.

“Hei, harusnya kita cari satu pemain lagi! Aku sangat kewalahan,” ucap Gaga saat ia dan Ruru dan Raya beristirahat sejenak di teras rumah Gaga.

“Panggil saja Nubee! Dia kan suka sekali bermain bulutangkis,” timpal Rara.

“Benar juga kata Rara. Ayo, kita cari Nubee. Biasanya dia ada di taman!” kata Ruru.

Namun, saat mereka hendak bergegas ke taman, tiba-tiba Nubee melintas.

“Teman-teman, itu dia Nubee!” seru Gaga sambil menunjuk Nubee di seberang jalan.

“Nubee, kemarilah!” panggil Rara.

Nubee pun segera menghampiri mereka. Dia langsung tampak bersemangat saat diajak bermain bulutangkis. Sebab itu adalah permainan yang disukainya.

Nubee resmi bergabung. Gaga terlihat senang karena sekarang formasi sudah lengkap. Dua lawan dua! Permainan pun berlanjut. Kedua pasangan tampak berimbang.

Setelah beberapa waktu, tiba-tiba saat hendak melakukan smash, Rara merasa ada yang aneh dengan sepatunya. Setelah dilihat, ternyata sepatunya rusak! Sol sepatu Rara jebol. Permainan terpaksa dihentikan.

Rara merasa sangat sedih.

Nubee yang melihat salah satu sahabatnya sedih, akhirnya menemukan suatu ide.

“Bagaimana kalau kita urunan untuk membelikan sepatu baru untuk Rara!” bisik Nubee sambil merangkul Ruru dan Gaga agar tak terdengar oleh Rara yang terduduk lesu di teras rumah Gaga.

Arsip Cerpen di Indonesia