Keempat ulat itu tertawa dengan riang. Pikiran mereka dipenuhi oleh khayalan bahwa suatu saat nanti, mereka akan menjadi kupu-kupu yang cantik. Tepat pada momen itu, Hubbar muncul dengan raut muka yang kurang menyenangkan. Dia mendengar semua pembicaraan teman-temannya. Seketika, Acraga, Cerura, Greta, dan Pipevin pun terdiam.
“Akulah yang akan menjadi kupu-kupu yang paling cantik,” kata Hubbar dengan nada sombong, “karena corak warna tubuhku sangat indah dibanding dengan kalian. Ini jelas bahwa ketika aku berubah wujud nanti, akulah yang akan menjadi kupu-kupu yang paling cantik” .
Hubbar benar-benar ulat yang sangat sombong.
“Oh Hubbar, kamu menyakiti hati kami.” Kata Acraga.
“Ya,tidak baik bersikap sombong seperti itu, Hubbar.” Ujar Cerura.
“Iya, tidak baik, Hubbar.” Sahut Pipevin.
“Mari teman-teman, kita tinggalkan teman kita yang sombong satu ini!” Kata Greta.
“Silakan kalau kalian mau pergi!” Ucap Hubbar, lalu mencibir ke arah teman-temannya.
Maka secara serentak; Acraga, Cerura, Greta, dan Pipevin pergi meninggalkan Hubbar seorang diri.
***
Musim metamorfosis tiba. Semua ulat terutama Acraga, Cerura, Greta, Hubbar, dan Pipevin bersiap-siap untuk tidur dalam waktu yang panjang di rumah kepompong mereka masing-masing. Saat tidur panjang itulah, mereka akan mengalami proses perubahan wujud dari ulat menjadi kupu-kupu.
Waktu berjalan dengan kecepatan yang luar biasa. Hingga tibalah saat dimana kelima ulat itu terbangun dari tidur panjang yang menjemukan dan keluar dari rumah kepompong dengan wujud kupu-kupu. Maka, secara perlahan-lahan rumah kepompong itu retak lalu para penghuninya keluar seperti seekor anak ayam yang baru menetas.
Acraga adalah yang berhasil lebih awal keluar, disusul oleh Cerura, lalu Greta, Pipevin, dan yang terakhir Hubbar. Acraga menjadi kupu-kupu dengan tubuh berwarna oranye dan cokelat. Cerura menjadi kupu-kupu dengan warna putih halus di sekujur tubuh. Greta menjadi kupu-kupu dengan warna ungu pada tubuh dan merah marun dengan sedikit garis putih pada sayap. Pipevin menjadi kupu-kupu dengan campuran warna biru tua pada tubuh dan warna hitam, oranye, dan biru menghiasi sayap. Keempat ulat ini menjadi kupu-kupu yang sangat cantik. Mereka mengibasngibaskan sayap dan terbang dengan ceria di sekitar taman bunga.