Musim Metamorfosis

Oleh Indra Kurniawan (Padang Ekspres, 07 Juli 2019)

Musim Metamorfosis ilustrasi Orta - Padang Ekspresw.jpg
Musim Metamorfosis ilustrasi Orta/Padang Ekspres

Taman itu indah bertabur warna-warni bunga. Capung dan kupu-kupu beterbangan riang di sekitar taman. Sementara itu, kumbang berwarna oranye dengan punggung berbintik-bintik hitam dan belalang berkaki panjang sering hinggap di salah satu dedaunan. Mereka bersiul-siul merdu sembari berjemur menikmati pancaran sinar lembut matahari.

DI taman itu hidup lima ekor ulat dengan bentuk yang lucu dan corak warna yang indah. Mata mereka besar dan bundar. Masing-masing dari mereka memiliki nama layaknya manusia; Acraga, Cerura, Greta, Hubbar, dan Pipevin. Jika kamu melihat ulat ini, kamu pasti akan berseru: ”lucu sekali ulat-ulat itu!”

Acraga memiliki tubuh tembus pandang seperti ubur-ubur yang dipenuhi bintik-bintik merah menyerupai pucuk korek api. Cerura memiliki tubuh berwarna hijau terang dengan garis berwarna hitam di punggung. Ajaibnya, jika berada di kegelapan tubuh Cerura akan mengeluarkan sinar berwarna hijau. Greta memiliki tubuh berwarna putih dengan garis berwarna kuning di punggung. Hubbar memiliki tubuh berwarna hijau dengan duri-duri berwarna putih di punggung, dan ada sedikit warna ungu di pinggang. Pipevin memiliki tubuh berwarna gelap disertai warna merah yang membuatnya terlihat sedikit sangar. Dari kelima ulat ini, Hubbar memiliki tubuh dan corak warna yang sangat indah. Itulah yang senantiasa membuatnya selalu bersikap sombong dan angkuh.

Saat ini, Acraga, Cerura, Greta, dan Pipevin tengah berada di atas sebuah daun yang cukup lebar. Mereka merasa lapar dan menyantap daun itu sedikit demi sedikit. Tiba-tiba seekor kupukupu yang cantik dengan gerakan nan anggun hinggap di salah satu kelopak bunga. Keempat ulat itu melihat dan memandanginya. Pandangan mata mereka penuh dengan pancaran cahaya kekaguman.

“Oh, cantik sekali kupu- kupu itu!” kata Acraga.

“Kamu benar. Aku berharap, suatu saat, aku juga akan menjadi kupu-kupu yang cantik.” kata Cerura.

“Bukan hanya kamu, tapi kita. Aku yakin, suatu saat nanti, kita akan menjadi kupu-kupu yang cantik.” Timpal Greta.

“Ya, kita semua!” Teriak Pipevin.

Arsip Cerpen di Indonesia