Tanyakan pada Bau Malam; Menjadi Tua Bersama Benang

Menjadi Tua Bersama Benang

Puisi Mustofa W. Hasyim (Koran Tempo, 06-07 Juli 2019)

Tua ilustrasi Istimewa.jpg
Tua ilustrasi Istimewa

Rambut putih melembut

Menyerah pada ruang riuh

Waktu telah ditenun

Dari musim ke musim

 

Dulu warna-warna tampak bercahaya

Seperti warna mata kekasih

Di antara pipi padat, bibir hangat

Dan tangan, sepasang kenyal dada

 

Bau pewarna benang sewangi rindu

Gerak kelos seperti pusaran tari

Bersama alat rumit menyusupkan benang

Di antara sisir, lalu roda pemutar menderum

 

Siang menganyam senja

dan permainan anak cucu

telah dimulai, tapi dia melawan

“Aku tidak boleh menyerah

hanya pada nisan, namaku.”

 

Krapyak Wetan, 2019

 

penderes = pengambil getah nira pada bunga kelapa

lusi = benang yang membujur pada tenunan

jaqard = alat pembuat pola tenunan

 

Mustofa W. Hasyim, lahir di Yogyakarta, 17 November 1954, adalah Ketua Studio Pertunjukan Sastra (SPS) Yogyakarta. Buku puisinya, antara lain, Pohon Tak Lagi Bertutur (2013), Legenda Asal-usul Ketawa (2016) dan Pidato yang Masuk Surga (2018).

Arsip Cerpen di Indonesia