Menjadi Tua Bersama Benang
Puisi Mustofa W. Hasyim (Koran Tempo, 06-07 Juli 2019)

Rambut putih melembut
Menyerah pada ruang riuh
Waktu telah ditenun
Dari musim ke musim
Dulu warna-warna tampak bercahaya
Seperti warna mata kekasih
Di antara pipi padat, bibir hangat
Dan tangan, sepasang kenyal dada
Bau pewarna benang sewangi rindu
Gerak kelos seperti pusaran tari
Bersama alat rumit menyusupkan benang
Di antara sisir, lalu roda pemutar menderum
Siang menganyam senja
dan permainan anak cucu
telah dimulai, tapi dia melawan
“Aku tidak boleh menyerah
hanya pada nisan, namaku.”
Krapyak Wetan, 2019
penderes = pengambil getah nira pada bunga kelapa
lusi = benang yang membujur pada tenunan
jaqard = alat pembuat pola tenunan