BATAS NAFAS DAN KUBUR
Puisi Indra Tjahyadi (Koran Tempo, 20-21 Juli 2019)

Batas antara kubur dan nafasku adalah butiran keringat yang membulir turun ke sela payudaramu. Dekat subuh butiran itu kerap menjelma peluru, berledakan di jantung kelakianku. Kelakian yang menyimpan kisah kesepian para pelancong uzur. Kelakian yang kerap bermimpi mengintip bintang yang kau sembunyikan di putih pahamu. Paha yang selalu membuat para astronot linglung, kehilangan arah pulang, terdampar di galaksi terjauh. Galaksi tempat jasadku dikubur, bukan sebagai mayat, melainkan sebagai bintang-bintang padam yang menyimpan riwayat duka lara dan rindu. Seperti butiran keringat yang membulir turun ke sela payudaramu. Batas antara kubur dan nafasku.
2019