Gara-gara Film Hantu

Gara-gara Film Hantu ilustrasi Analisaw
Gara-gara Film Hantu ilustrasi Analisa

Aku mencoba membuka sedikit mataku dan melihat, ternyata benar itu adalah si Moci, kucing kesayanganku.

“Itulah kamu, sudah tau penakut tapi sok berani nonton film horor,” ejek kakak ku.

“Ya udah kalian tidur, dan kamu Doni mama ngak mau kamu nonton film-film horor lagi, tadi bikin mama panik dan cemas,” ucap mama sembari menunjukkan jari telunjuknya.

“Hmm…iya ma maafin Doni ya, Ma.”

Keesokan harinya aku pun bergegas untuk bermain bersama teman-teman karena masih liburan sekolah. Aku bermain dari siang hingga sore karena keasyikan bermain jadi tidak ingat waktu. Aku sadar bahwa aku sudah terlalu lama bermain, lalu aku memanggil mereka untuk mengajak mereka pulang. Setelah sampai di rumah aku pun langsung ke kamar untuk istirahat sejenak sambil menonton film horor yang kebertulan sedang main. Walaupun sudah dilarang oleh mama tapi aku masih tetap menontonnya. Film pun usai aku bangun dari tempat tidur menuju ke kamar mandi. Rasa takut yang ada sebab menonton film terbawa hingga aku berpikir yang aneh-aneh pada saat masuk kamar mandi.

“Jangan-jangan ada hantu lagi di bak mandi, atau dibalik pintu,” pikirku yang sudah tak karuan. Tapi aku berusaha tenang dan buang pikiran itu jauh-jauh.

Saat aku mencuci muka aku langsung berhenti dan membuka mata, aku merasa takut, sepertinya ada yang muncul di depan mataku tapi ternyata hanya imajinasiku. Aku pun segera membersihkan mukaku dan langsung ke luar dari kamar mandi dengan sedikit berlari. Saat aku membaringkan tubuhku di kasur aku berusaha menangkan pikiranku yang tidak karuan ini.

Srek…sreek.

Tiba-tiba aku mendengar suara seperti menggaruk di bawah tempat tidurku. Aku terdiam dan ketakutan yang luar biasa sampai-sampai aku tidak berani bergerak sedikit pun.

Arsip Cerpen di Indonesia