Malam hari di acara pesta ulang tahun Mona.
Mona terlihat sangat cantik di antara tamu-tamu pesta. Begitu juga Alexa, Stevi dan Irene. Mereka mengenakan gaun-gaun yang sangat bagus. Semua mata tertuju pada mereka. Alexa berjalan begitu sombongnya sampai-sampai dia tidak tahu ada kursi di depannya. Dia pun terjatuh.
“Auu!! Sakit!” erang Alexa seraya memegang lututnya.
“Makanya, kalau jalan itu lihat-lihat. Jadi gini, kan?” Stevi membantu sahabatnya itu untuk bangkit.
“Eh, itu kan Sandra!”
“Iya, betul! Aku kira dia tidak bakal hadir lho? Mana gaunnya bagus banget!”
“Benar. Cantik banget!”
Suara-suara itu membuat Alexa, Stevi dan Irene sangat penasaran. Mereka seketika menoleh ke arah yang ditunjuk oleh teman-teman. Di sana ada Sandra yang sangat cantik, anggun dan menawan. Tentu saja dengan gaun merah yang dikenakannya. Sangat pas dipadu dengan sepatu highheelsberwarna hitam.
Sandra berjalan melintas di depan Alexa, Stevi dan Irene. Kali ini semua mata beralih, tertuju pada Sandra. Sandra pun melirik sekilas pada Alexa dan kedua sahabatnya itu. Mereka melongo seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka lihat. Sandra terus melangkah dan menyalami Mona, lalu mencium pipi kanan dan kirinya. Tak lupa dia mengucapkan selamat.
“Selamat ulang tahun, Mona. Kamu cantik banget!” puji Sandra.
“Ah, kamu ini bisa saja, San. Ngomong-omong, kamu juga tidak kalah cantik kok!” Mona balas memuji.
Percakapan yang sayup-sayup terdengar oleh Alexa itu sontak membuatnya marah. Dia tidak ingin berlama-lama di acara pesta itu. Sebab sejak kehadiran Sandra, semakin tidak ada yang memerhatikannya. Semua berpaling ke Sandra!
Alexa lalu mengajak Stevi dan Irene untuk meninggalkan pesta secara mendadak. Stevi dan Irene sempat mempertanyakan, tapi Alexa terus saja meminta agar mereka mau ikut meninggalkan pesta.
***