Kamilia

Dua puluh tahun kemudian sejak saat itu, Kamilia masih saja sibuk berkebun dan menyulap halaman belakangnya menjadi tempat bagi tanaman serbaguna. Setiap pagi ia menyapa tanaman  dan mengajak mereka bicara. Ia juga baru saja menanam biji bunga matahari yang pekan lalu tanaman sebelumnya mati diserang hama. Kemudian ia memotong daun terung yang menguning dan mengusap-usapnya seperti tengah bersedih.

Nandar suka memperhatikan Kamilia. Sejak belasan tahun lalu Radu tak pernah pulang, Kamilia suka menunggu anak perempuannya di muka pintu. Dan Nandar lelah menjelaskan sesuatu perihal Radu. Radu tak akan pernah pulang, bahkan dalam tahun-tahun terbaik mereka tanpa seorang ayah.

Nandar lega jika Kamilia masih waras untuk mengurusi tanamannya. Kini Kamilia tengah mengumpulkan terung-terung berwarna ungu ke dalam keranjang dan Kamilia memanggil dirinya untuk bertanya.

“Kau sudah membersihkan kamar Radu?”

Nandar mengangguk. Kamilia tersenyum.

“Amma akan masak. Kau istirahat saja. Keran air sudah diperbaiki Pak Handoyo, tetangga kita yang baik itu.”

Nandar diam. Memandang Kamilia yang menjauh menuju dapur. Tiba-tiba Nandar ingin menyeka wajahnya, airmatanya turun sedikit sekali dan ia bergegas memutar keran air, menyiram mukanya dengan selang di atas tanah.

Harum cabai goreng dan tumis terung membuat Nandar bergegas menuju dapur. Ia memeluk Kamilia yang tahu tentang rasa laparnya. Kamilia tersenyum sambil menaruh piring, gelas dan masakannya. Nandar duduk dengan tenang, mengambil garpu, menusuk terung dan mengunyahnya dengan segera. Kamilia memandang ke pintu, mendesah dan berkata kalau ia sedih jika Radu belum makan apapun di luar sana. Nandar tidak pernah berkomentar mengenai hal itu.

Bau masakan Kamilia adalah masakan terenak menurut Nandar. Ia juga sudah melihat resep Kamilia berulang kali dan mencobanya, tapi hasilnya sangat mengecewakan.Nandar pikir karena ia lelaki, ia tak harus bisa masak, namun pernyataan itu ditolak Kamilia. Nandar hanya tidak berminat, tetapi jika nanti dirinya sudah tiada, Nandar harus bisa memasak untuk dirinya sendiri.

Rambut sanggul Kamilia sudah memutih sebagian. Ia mengatakan bahwa ia ingin Nandar segera menikah dan memberinya seorang cucu. Kamilia memang suka mengatakan itu berulang-ulang, membuat Nandar tak enak hati dan sedikit menyalahkan Radu yang pergi dari keadaan mereka. Jika Radu ada dia pasti sudah menikah dan memberi Kamilia cucu. Nandar pikir umurnya baru seperempat abad dan ia belum mau menikah demi menjaga Kamilia.

Arsip Cerpen di Indonesia