Nandar memukul-mukul meja dengan telapak tangannya, pipinya basah dan ia tak ingin mendengar lagi. Ia peluk kamilia dan mengusap airmata Kamilia agar jangan bersedih. Nandar tersenyum paksa dan meminta Kamilia untuk tetap bersamanya.
Nandar membawa Kamilia ke kamarnya dan menyuruhnya untuk beristirahat. Kamilia menurut saja dan anak lelakinya itu segera kembali ke kamarnya sendiri dan menelepon dokter. Ia ingin Kamilia sembuh tapi tetap saja wanita itu menganggap Nandar adalah bisu, Kamilia telah membuat ayah mereka dipenjara karena Radu meninggal ditangan Kamilia. Ayah mereka mengorbankan diri demi Kamilia, istri dan ibu yang terbaik bagi mereka.
“Berulang kali aku mengatakan aku tetap menyayangi amma, walau apapun yang telah amma lakukan. Aku menyayangi Radu kecilku yang memang tak akan pernah kembali dan aku akan mendoakan ayahku yang menua di penjara. Aku akan menuruti maumu, amma.” Nandar menutup telepon dan menyalakan lampu. Ia memeluk foto ayah dan Radu, sampai ia terlelap dan perutnya bergejolak hingga ia tak mendengar apa-apa lagi.***