Romansa di Balik Topeng Anandita (1)

Aku memasang alarm hp pukul lima pagi. Entah sudah bunyi yang ke berapa kali. Yang jelas aku sudah menekan tombol “tunda” beberapa kali. Ketika aku bangun, sudah pukul enam kurang sepuluh menit. Hampir saja terlambat. Aku sengaja mengatur alarm pukul lima, supaya kalaupun telat bangun, tidak akan terlambat untuk bertemu Anandita.

Aku segera membuka jendela. Anandita belum keluar dari rumahnya. Aku cepat-cepat ke kamar mandi, mencuci muka, lalu mengganti celana training dan baju kaos polos putih.

Saat kubuka pintu, Anandita sudah berada di halaman rumahnya yang luas, sedang berlari-lari kecil. Mungkin melakukan pemanasan. Aku mengikuti gerakannya, namun tidak memalingkan pandang darinya. Dia sangat cantik meski baru bangun tidur.

Beberapa menit kemudian dia membuka pintu pagar. Aku juga ikut-ikutan membuka pagar, berlari kecil, pura-pura tidak melihatnya.

“Hei…” Dari belakangku suara perempuan yang sangat lembut menyapa seseorang. Sepertinya aku. Aku menoleh ke belakang. Anandita sedang tersenyum padaku. Sangat manis. Aku membalasnya dengan senyum kaku. Aku gugup di depannya.

“Kau abangnya Lolly, ya?” Dia mengulurkan tangan. Aku terpana.

“Aku Anandita.” Suaranya menyadarkanku. Aku segera mengulurkan tangan. “Aku Rangga.”

“Aku belum pernah melihatmu. Baru kali ini ya, lari pagi?” Akh, malunya aku. Bagaimana jika besok aku bangun kesiangan dan Anandita tidak menemukan aku lari pagi lagi?

“Biasanya bangun kesiangan.” Akhirnya aku menjawab jujur. Dia tetap lari di tempat meski sedang berbicara denganku. Tapi setelah mendengar jawabanku, dia langsung menghentikan gerakannya, tertawa kecil sambil menutup mulut dengan tangannya.

“Maaf, aku tak bermaksud menertawakanmu. Terus, hari ini kenapa ingin lari pagi?” Anandita mulai berlari ke depan, mengajakku dengan isyarat untuk berlari bersamanya.

“Karena ingin bertemu kamu.” Aduh, kenapa aku tak bisa berbohong sedikit sih? “Eh, maksudku, kemarin Lolly banyak cerita tentang kamu sebagai tetangga baru kami. Katanya kamu ramah dan cantik. Jadi aku penasaran ingin berkenalan.” Nah, jawabanku kali ini lumayan bagus. Anandita tersenyum.

“Berarti kamu sudah tahu dong, aku mahasiswi Kedokteran. Nah, kalau kamu kegiatannya apa?”

Arsip Cerpen di Indonesia