Kemarau dan Emas Merah

Kebun Sobir seolah-olah jadi pemandangan orang-orang kampung. Setiap petani lewat di samping kebunnya, tak lupa mengambil gambar. Setiap kali musim panen, pak Sobir mengan tongi uang sebesar 25 juta rupiah. Kerja keras berkeringat terbalas dengan materi dan utang-utang bisa dilunasi. Sekitar 2 bulan masa panen, hujan tak lagi intensif.

Kadang seminggu cuma sekali hujan. Kemudian, berlanjut hanya sekali dalam tiga minggu. Meskipun demikian, cadangan air masih bisa digunakan untuk mengairi ladang pak Sobir. Dia tidak rugi. Sedangkan, para petani lain, pohon-pohon cabai mereka sudah mulai layu padahal sudah memasuki musim berbunga.

Hujan akhirnya tak datang berbulan-bulan hingga mengeringkan cabai-cabai para tetangga pak Sobir. Petani-petani itu menyesali perbuatan mereka mengapa mereka tidak mengikuti pak Sobir dari awal. Atau mereka tetap pada jalan mereka, yaitu berdagang bakso. Pak Sobir merasa sangat sedih dengan melihat situasi para petani tersebut di mana tak lain temannya sendiri.

Dia bisa membayangkan kalau berada pada posisi mereka. Setelah musim panen selesai, pak Sobir kaget dengan rezeki yang dia dapatkan. Istrinya menyuruh pak Sobir untuk bersedekah dan dipotong sebanyak 15 persen dari total pendapatan. Pak Sobir kemudian pergi ke sebuah kampung, wilayah ini masih tahap membangun masjid.

Dia sumbangkan sejumlah uang tersebut. Tohir dan istrinya mengerti kalau uang tersebut uang halal mulai dari proses mendapatkannya sampai dengan uang tersebut didapatkan. Setelah beberapa bulan berlalu, para tetangga datang ke rumah pak Tohir.

Mereka berduyun-duyun untuk meminta maaf atas kekhilafan mereka. Para tetangga menyadari bahwa kekuatan Tuhan menyertai kehidupan manusia. Apa pun mungkin terjadi di luar akal meskipun tak masuk akal secara ilmiah. Fakta alam secara ilmiah tadi rupanya kalah dengan kehendak Tuhan.

 

Kota Hujan, 12 Agutus 2018

Penulis mengajar di salah satu perguruan Tinggi di Kota Hujan. Aktif menulis dan menerima penghargaan beasiswa 5000 Doktor Luar Negeri Moraschoolarship Kementerian Agama RI.

Arsip Cerpen di Indonesia