Requiem bagi Ibu
Cerpen Warih Wisatsana (Kompas, 22 Desember 2019) SEMINGGU setelah kematian Ibu, dengan susah payah ia akhirnya menuntaskan puisi tentang kekasihnya…
Arsip Cerpen di Indonesia
Cerpen Warih Wisatsana (Kompas, 22 Desember 2019) SEMINGGU setelah kematian Ibu, dengan susah payah ia akhirnya menuntaskan puisi tentang kekasihnya…
Cerpen Makanudin (Republika, 22 Desember 2019) Mushala at-Taq wa selepas Subuh itu ramai oleh jamaah yang masih tinggal setelah halaqah…
Cerpen Lisna RJ (Suara Merdeka, 22 Desember 2019) Kepalaku pening. Aku terbangun dari dunia mimpi. Beberapa gelombang tidur masih menyangkut…
Cerpen Hendy Pratama (Media Indonesia, 22 Desember 2019) SIAPA yang tidak mengenal lelaki itu? Hampir semua penghuni terminal pasti tahu,…
Cerpen Kartika Catur Pelita (Bangka Pos, 22 Desember 2019) Lastri Setiawati. Perempuan yang masih tampak kecantikannya-walau usianya sudah enam puluh…
Lastri Setiawati. Perempuan yang masih tampak kecantikannya—walau usianya sudah enam puluh empat tahun terpekur, di balik kisi-kisi jendela kamarnya. Seorang diri….
Cerpen Syafril Hikbal Pane (Medan Pos, 22 Desember 2019) Fajar menyingsing, dua tiga awan bergeser menyatu padu, membebaskan bagaskara menyilaukan…
Cerpen Hendy Pratama (Padang Ekspres, 22 Desember 2019) JAUH sebelum Ayah menjadi nelayan, Ibu sudah memiliki keinginan untuk pergi ke…
Cerpen Juliani (Serambi Indonesia, 22 Desember 2019) “KALAU telur?”
Cerpen Kartika Catur Pelita (Solopos, 22 Desember 2019) Mendung kelam kelabu menggantung menghiasi langit di Bumi Serambi Mekkah.
Copyright © 2026 CERPEN.MY.ID