Puisi Irawan Sandhya Wiraatmaja (Koran Tempo, 02-03 Januari 2021)
kapan telur-telur yang dieram akan menetas/di atas batu-batu lumut yang hitam menjadi keras/ilalang telah berubah menjadi sarang yang sembunyi/di balik warna waktu yang berkabut: buram dan samar
.
burung-burung akan mengepakkan sayapnya
di garis musim ketika daun-daun pun luruh menjadi
semak belukar yang terbakar oleh panas cahaya
masih adakah telur-telur menetas diam-diam tanpa napas
.
yang pernah kau berikan sebelum senja berubah malam
dan kita masih setia untuk menulis kegelisahan di dalam rumah
seperti ada yang tak sampai, mungkin kata-kata yang tersekat
.
di pangkal lidah yang terluka atau diam yang tak menjawab
suara-suara dari jarak kejauhan, yang menjadi isyarat
untuk sebuah rindu yang mencari tanda kelahiran, mungkin kita?
,
Maret 2020
.
.